Forum RT/RW Diminta Tak Seperti "Balon" Terlihat Padat Tapi Tak Berisi


Jakarta, Dekanews - Dali Mahdali salah satu Tokoh Masyarakat Jakarta Utara sekaligus Ketua RW 01 Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing meminta DPW Forum RT dan RW Jakarta Utara  tidak seperti "Balon" terlihat bulat dan padat namun didalamnya tidak berisi. Artinya Forum RT/RW harus padati dengan kegiatan yang sifatnya demi kemaslahatan orang banyak.

Menurut Dali, banyak yang harus dikerjakan dalam Forum RT/RW baik masalah pemilu mendatang maupun masalah di lapangan dan kendala pertanahan (PTSL). Fungsi peran RT/RW harus berperan aktif.

"Contohnya yakni masalah PTSL yang mana  tim pendampingnya dari unsur tokoh masyarakat, RW, LMK, FKDM bahkan dari anggota ormas. Nah disini RT/RW harus berperan aktif mendampingi sehingga berjalan dengan baik. Dan saat ini saya yakin di seluruh kelurahan program PTSL belum tertata dengan rapi, maka dari itu Forum RT/RW harus turun memberikan edukasi dan mendampingi mereka agar Forum RT/RW dapat bermanfaat untuk kemaslahatan masyarakat," terang Dali saat ditemui di Kantor RW 01 Semper Barat, Senin malam (21/02/2023).

Dali menerangkan, mengacu pada Pergub 22 Tahun 2022 yang harus dipahami oleh RT dan RW. Dalam Pergub tersebut terdapat tahapan dan tupoksi RT/RW untuk berjalan sesuai koridor dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Di Pergub ini lanjut Dali, tidak ada satu kata pun yang menyebutkan bahwa RT/RW adalah pembantu Lurah dan Camat akan tetapi kalimat yang tersurat dan tersirat adalah RT dan RW membantu kinerja Lurah dan Camat. Artinya program-program yang dijalankan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah baik melalui Walikota, Camat dan Lurah yang harus dilaksanakan RT dan RW.

"Kita sadar sebagai RT/RW telah mendapatkan operasional dan bukan gaji. Jika gaji tidak perlu ada laporan pertanggung jawaban namun jika operasional tentunya difungsikan untuk kegiatan-kegiatan kewilayahan yang ada di RT maupun RW," katanya.

Besaran operasional tersebut jika diukur dengan kebutuhan RT/RW sangat kurang, namun terdapat poin-poin dapat diberikan partisipasi, dapat menggalang dana sejauh tidak menyalahi aturan-aturan yang berlaku.

"RT/RW kinerjanya harus berdasarkan kolektif kolegial selain pergub segala yang tidak tertera disitu dapat dibicarakan melalui forum yang terdiri dari RT dan warga," imbuhnya.

Selain itu Dali meminta agar Forum RT/RW tidak dipolitisasi untuk salah satu kepentingan salah satu partai politik maupun caleg karena jika hal tersebut terjadi tidak menutup kemungkinan akan terjadi perpecahan antar RW.

"Jadi Forum RT/RW ini berat kedepannya, akan tetapi dibawah kepemimpinan Suaib saya yakin kedepannya akan lebih baik," katanya.

Pada kesempatan itu, Dali berharap agar Ketua Forum RT/RW Jakarta Utara tidak manut saja kepada pimpinan. Ia juga meminta agar Ketua Forum RT/RW mengkritisi yang perlu dikritisi. 

"Jangan hanya manut saja kepada pimpinan, kritisi apa yang perlu dikritisi dan bicarakan apa yang perlu dibicarakan. Jangan pernah ewuh pakewuh,  jangan patuh terhadap hal-hal yang seharusnya tidak dipatuhi," pesannya. (edi)