Twitter Muncul Kembali dengan Platform Baru, Pemiliknya Mantan Karyawan X
DEKANNEWS - Twitter sempat menjadi jejaring sosial favorit bagi masyarakat dunia. Namun nama Twitter mulai tenggelam setelah sang pemilik Startup Elon Musk mengganti nama Twitter menjadi X.
Ketenaran Twitter nampaknya akan muncul kembali setelah mantan karyawan perusahaan tersebut kembali merilis platform baru bernama Twitter.now.
Aplikasi tersebut akan membawa layanan yang sama Sebagai identitas Twitter yang telah ditinggalkam Elon Musk ketika mengubah nama jejaring sosial tersebut menjadi X pada 2023.
Startup asal Virginia bernama Operation Bluebird, yang salah satu pendirinya adalah mantan penasihat umum dan anggota dewan Twitter Stephen Coates, meluncurkan Twitter.now pada pekan ini.
Platform tersebut masih berada dalam tahap akses awal dan secara terbuka diposisikan sebagai upaya untuk mengambil kembali nama Twitter sekaligus menawarkan alternatif terhadap X milik Musk.
Dengan memparafrasekan pepatah terkenal, "Twitter sudah mati. Hidup Twitter".
Twitter.now saat ini masih berada dalam tahap awal dan baru memiliki ratusan pengguna. Platform tersebut menawarkan kesempatan kepada masyarakat untuk mendaftar sebagai pendiri dengan biaya US$ 20 atau sekitar Rp 360.000.
Keanggotaan tersebut ditujukan untuk membantu membangun dan menguji platform sekaligus memberikan kesempatan kepada pengguna untuk mengamankan nama akun atau handle populer lebih awal.
Beranda Twitter.now juga secara jelas menunjukkan peluncuran platform tersebut merupakan respons langsung terhadap perubahan yang dilakukan Elon Musk terhadap Twitter.
Anggota juga didorong membayar US$ 40 atau sekitar Rp 720.000 untuk bergabung dalam pertarungan. Biaya tersebut dikaitkan dengan perjuangan hukum Operation Bluebird yang masih berlangsung melawan X.
Situs tersebut menggambarkan perselisihan itu sebagai pertarungan David & Goliath, dengan tim kecil Operation Bluebird menghadapi orang terkaya yang masih hidup demi mempertahankan hak untuk meluncurkan dan menjalankan platform tersebut.
Pada sisi lain, X berpendapat bahwa jutaan pengguna masih menggunakan URL Twitter lama untuk mengakses X. Pengguna juga masih menyebut unggahan di platform tersebut sebagai tweet. (Zat)
