Fitur Instagram Dinilai Membuat Remaja Kecanduan, Bakal Dirombak Totak
DEKANNEWS - Sejumlah fitur Instagram dipermasalahkan dalam gugatan. Mereka menuduh Meta sengaja merancang Facebook dan Instagram untuk mempertahankan perhatian pengguna anak-anak dan remaja.
Gugatan tersebut diajukan California bersama 28 negara bagian Amerika Serikat (AS) lainnya.
Gugatan tersebut berpotensi membuat Instagram melakujan perubahan besar-besaran terhadap fitur-fitur yang saat ini digemari penggunanya. Khususnya jika Meta kalah dalam gugatan jika perusahaan dituduh merancang platform agar membuat anak-anak dan para remaja terus menggunakannya.
Dikutip dari Mashable, Jumat (28/8/2026), dalam persidanga, sejumlah fitur yang menjadi bagian dari pengalaman Instagram ikut mendapat sorotan. Diantaranya infinite scroll, Stories, hingga beauty filters.
Tidak hanya itu, Jaksa juga menyoroti sejumlah fitur lainnya. Dalam sidanb disebutkan diantaranya, pemutaran video otomatis, push notification, jumlah likes yang terlihat, serta sistem rekomendasi yang menentukan konten berikutnya.
Salah satu fitur yang paling mungkin berubah adalah infinite scroll. Jika fitur ini dihapus, pengguna tidak lagi dapat terus melakukan scrolling feed tanpa menemukan akhir.
Selain itu, fitur Reels yang biasanya diputar secara otomatis akan dirubah. Reels akan tidak berputar secara otomatis sehingga pengguna bisa memilih video berikutnya. Perubahan tersebut agar konsumsi konten tidak berlangsung tanpa henti.
Dengan perubahan tersebut yang sebelumnya secara otomatis, nantinya harus melibatkan keputusan pengguna. Sehingga akanb mengubah kebiasaan pengguna saat membuka Instagram.
Pengguna Instagram juga akan kehilangan salah satu fitur favorit yaitu Stories. Fitur itu juga menjadi bagian dari persoalan dalam perkara tersebut. Saat ini, konten dirancang menghilang setelah 24 jam.
Sementara beauty filters berpotensi mendapatkan batasan. Fitur ini menjadi perhatian karena dapat membuat remaja terbiasa melihat wajahnya dalam tampilan yang telah diubah oleh filter.
Mashable menggambarkan sebuah skenario di mana format tersebut bisa mengalami perubahan apabila Meta diwajibkan mengubah desain produknya.
Meta juga dapat diminta mengurangi pengaruh algoritma terhadap konten yang muncul setelah pengguna menyelesaikan sebuah unggahan
Dengan sederet tuntutan tersebut, persoalan dalam persidangan tidak hanya berkaitan dengan satu fitur. Perkara tersebut mempertanyakan apakah kombinasi berbagai desain Instagram telah membuat anak-anak dan para remaja lebih sulit berhenti menggunakan platform.
Jika Meta kalah, perubahan tersebut berpotensi membuat Instagram terasa sangat berbeda dari versi yang kita kenal saat ini.
Namun, untuk sekarang, seluruh perubahan tersebut masih merupakan kemungkinan karena proses persidangan masih berlangsung. (Zat)
