PPIH Makkah Imbau Jemaah Prioritaskan Keselamatan, Tak Paksakan Diri Salat ke Masjidilharam
DEKANNEWS — Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah mengimbau menegaskan shalat di masjid hotel yang masih berada di wilayah Tanah Haram disebut memiliki keutamaan pahala yang sama, yakni 100 ribu kali lipat.
Sebagian jemaah menilai salat di masjid hotel memiliki pahala berbeda sehingga memaksa jemaah untuk selalu beribadah di Masjidilharam, meski kondisi tidak memungkinkan.
Oleh sebab itu, dihimbau agar jemaah calon haji Indonesia agar tidak memaksakan diri selalu beribadah di Masjidilharam apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.
Pelaksana Bimbingan Ibadah (Bimbad) PPIH Arab Saudi Daker Makkah, Abdul Aziz Siswanto, mengatakan pemahaman tersebut penting disampaikan asgar jemaah, khususnya lansia dan kelompok berisiko tinggi, dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
“Seluruh wilayah Tanah Haram ini memiliki keutamaan seperti Masjidilharam,” kata Aziz di Makkah, Kamis (7/5).
Menurutnya, keinginan jemaah untuk melaksanakan salat langsung di Masjidilharam merupakan hal yang baik. Namun, ia mengingatkan bahwa keselamatan dan kesehatan tetap harus menjadi prioritas utama selama menjalankan ibadah haji.
Aziz menekankan pentingnya prinsip hifdzun nafs atau menjaga jiwa dalam setiap aktivitas ibadah. Ia meminta jemaah menyesuaikan kondisi fisik sebelum memutuskan pergi ke Masjidilharam yang sering dipadati jutaan umat Islam dari berbagai negara.
“Kalau memang fisiknya memungkinkan, silakan. Tapi jangan sampai memaksakan diri karena di sini juga banyak risiko yang perlu diperhatikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang kerap dialami jemaah adalah tersesat di area Masjidilharam akibat banyaknya akses pintu dan padatnya arus manusia. Kondisi tersebut sering membuat jemaah kebingungan mencari jalan kembali, lokasi sandal, maupun titik pertemuan dengan rombongan.
“Begitu masuk ke area Masjidilharam, bisa jadi orang tersesat jalannya. Banyak pintu. Lupa pintunya, lupa naruh sandalnya, lupa tempat wudunya, lupa tempat pertemuannya. Ini sering terjadi,” tutur Aziz.
Karena itu, PPIH meminta jemaah yang berusia lanjut, penyandang disabilitas, maupun yang memiliki riwayat penyakit untuk mengoptimalkan ibadah di masjid hotel masing-masing. Selain lebih aman, ibadah yang dilakukan tetap memperoleh keutamaan pahala sebagaimana salat di Masjidilharam selama masih berada di kawasan Tanah Haram.
“Bagi jemaah lansia, disabilitas dan jemaah risiko tinggi, silakan dioptimalisasikan ibadahnya di hotel masing-masing,” pungkasnya.
