Gunung Anak Krakatau Erupsi 18 Kali, Aktivitas Vulkanik Terjadi Sejak Dini Hari
DEKANNEWS, Lampung - Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Lampung Selatan, kembali memperlihatkan aktivitas vulkanik yang cukup intens. Sepanjang Senin, 17 Agustus 2026, gunung api tersebut tercatat mengalami 18 kali erupsi yang berlangsung mulai dini hari hingga malam.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan adanya 18 kali erupsi tersebut. Aktivitas letusan terjadi dalam beberapa rentang waktu dan sebagian di antaranya hanya terdeteksi melalui rekaman seismograf.
"Iya benar, hari ini terjadi 18 kali erupsi," kata Andi, Senin (17/8/2026).
Sebelum letusan tersebut, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada pukul 19.43 WIB. Erupsi itu juga tidak teramati secara visual, tetapi tercatat memiliki amplitudo maksimum 51 milimeter dengan durasi 27 detik.
Rangkaian erupsi kembali terlihat pada sore hari. Pada puukul 18.35 WIB, kolom abu Gunung Anak Krakatau teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Kolom abiu yang muncul berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah timur laut. Erupsi tersebut terekam dengan amplitudo maksimum 47 milimeter dan berlangsung selama 25 detik.
Sekitar sembilan meniut sebelumnya, tepatnya pukul 18.26 WIB, erupsi juga terjadi. Kolom abu setinggi kurang lebih 300 meter di atas puncak tampak berwarna kelabu hingga hitam dan bergerak menuju timur laut.
Erupsi pada waktu terserbut terekam dengan amplitudo maksimum 30 milimeter dan berlangsung selama 28 detik. Aktivitas ini menunjukkan bahwa letusan Gunung Anak Krakatau masih terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan.
Sementara itu, pada pukul 18.01 WIB, kolom abu teramati sekitar 150 meter di atas puncak atau mencapai 307 mdpl. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal dan mengarah ke timur laut.
Erupsi tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 42 milimeter dengan durasi 26 detik. Aktivitas vulkanik yang muncul sejak sore kemudian berlanjut hingga malam dengan kembali terjadinya erupsi pada pukul 19.43 WIB dan 19.44 WIB.
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau juga sudah berlamngsung sejak dini hari. Erupsi pertama yang tercatat dalam rangkaian tersebut terjadi pada pukul 01.30 WIB dengan amplitudo maksimum 57 milimeter dan durasi 36 detik.
Selanjutnya, pada pukul 02.13 WIB, terjadi erupsi dengan amplitudo maksimum 61 milimeter selama 53 detik. Aktivitas tersebut kembali berlanjut pada pukul 03.04 WIB dengan amplitudo maksimum 64 milimeter dan durasi 55 detik.
Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 03.29 WIB dengan amplitudo maksimum 57 milimeter selama 43 detik. Kemudian, pada pukul 04.05 WIB, aktivitas erupsi kembali terekam dengan ampliyudo maksimum 58 milimeter dan berlangsung selama 38 detik. (Zat)
