HUT ke-66 Karang Taruna, Rano Dorong Pemuda Jadi Penggerak Jakarta
DEKANNEWS, JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti besarnya potensi bonus demografi Jakarta yang dapat menjadi kekuatan pembangunan kota. Menurutnya, generasi muda perlu dipersiapkan agar memiliki keterampilan, kreativitas, dan kepedulian sosial.
Hal itu disampaikan Rano saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Karang Taruna di Sasana Krida Bakti Karang Taruna, Kampung Melayu, Jakarta Selatan, Sabtu.
“Bagi Jakarta, sumber daya manusia yang produktif, kreayif, dan penuh inovasi merupakan modal untuk melangkah menuju kota global yang berdaya saing. Saya mengharapkan sumber daya manusia produktif ini hadir dari generasi muda, para anggota Karang Taruna yang hadir di tempat ini,” ujar Rano.
Rano mengatakan berdasarkan data kependudukan semester I 2026, kelonpok usia produktif mencapai 71,63 persen dari total penduduk Jakarta yang berjumlah hampir 11 juta jiwa. Kondisi tersebut dinilai menjadi peluang bagi Jakarta untuk mengoptimalkan bonus demografi sebagai modal pembangunan.
Namun, besarnya jumlah penduduk usia produktif perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurut Rano, generasi muda juga harus memiliki keterampilan dan memperoleh ruang partisipasi yang luas agar dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Jakarya.
“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berkomitmen untuk membangun manusia Jakarta yang unggul melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan kompetensi, penguatan kewirausahaan, serta pembukaan ruang kolaborasi bagi generasi muda. Upaya tersebut sejalan dengan capaian pembangunan manusia Jakarta yang tercermin melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM),” katanya.
Selain peningkatan kompetensi, Rano mendorong pemuda memanfaatkan perkembangan ekonomi kreatif sebagai ruang untuk mengembangkan potensi dan membangun kemandirian. Bidang tersebut mencakup seni, budaya, perfilman, teknologi digital, hingga berbagai sektor kreatif lainnya.
“Pemuda Jakarta juga harus diberikan ruang untuk mengembangkan potensi, baik melalui bidang seni, budaya, perfilman, teknologi digital, maupun industri kreatif. Ternyata yang namanya ekonomi kreatif awalnya sub sektornya ada 17, sekarang bertambah 4, menjadi 21. Karena fikm, kemudian otomotif, sulih suara itu masuk dalam komponen ekonomi kreatifnya. Jadi lapangan ekonomi kreatif ini sangat-sangat besar,” tuturnya.
Rano menilai pemberdayaan generasi muda menjadi semakin penting menjelang Jakarta memasuki usia 500 tahun pada 2027. Menurutnya, pembangunan Jakarta tidak cukup hanya mengandalkan infrastruktur dan pertumbuhan ekomomi, tetapi juga membutuhkan generasi muda yang kompeten, kreatif, serta memiliki kepedulian sosial.
Ia menegaskan Karang Taruna akan tetap menjadi mitra strategis Pemprov DKJI Jakarta dalam membangun ekosistem pemuda yang mampu berkarya, berdaya, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Selamat memperingati Hari Ulang Tahun ke-66 Karang Taruna. Dengan semangat bersatu, bergerak, berdampak, mari kita lahirkan generasi muda yang peduli, kreatif, adaptif, serta membawa kemajuan bagi masyarakat dan bangsa,” kata Rano. (Zat)
