Gelombang Panas 50 Derajat Celsius Picu Pemadaman Listrik Bergilir di Libya
DEKANNEWS - Gelombang panas ekstrem yang melanda Libya mulai berdampak pada pasokan energi nasional. Lonjakan suhu hingga mencapai 50 derajat Celsius membuat konsumsi listrik meningkat tajam, sehingga sejumlah wilayah terpaksa menerapkan pemadaman listrik bergilir.
Kondisi terparah terjadi di wilayah barat Libya, terutama di Kota Aziziya yang berjarak sekitar 40 kilometer di barat daya Tripoli. Kawasan tersebut menjadi salah satu daerah dengan suhu tertinggi selama Juli.
Pusat Meteorologi Nasional Libya mencatat suhu hingga 50 derajat Celsius di Aziziya berdasarjan hasil pengukuran termometer maksimum di stasiun pemantauan resmi milik pemerintah.
Tidak hanya Aziziya, hampir seluruh wilayah Libya bagian barat juga mengalami cuaca sangat panas. Suhu udara di berbagai daerah berkisar antara 44 hingga 49 derajat Celsius akibat masuknya massa udara panas yang memicu gelombang heatwave.
Kondisi cuaca ekstrem itu memengaruhi aktivitas masyarakat sehari-hari. Warga mengandalkan pendingin udara untuk menghadapi suhu yang sangat tinggi, sehingga kebutuhan listrik meningkat signifikan.
Akibat beban yang terus bertambah pada jaringamn kelistrikan, otoritas setempat memberlakukan pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah sebagai langkah menjaga kestabilan pasokan energi. (Zat)
