Chelsea Disingkirkan Liverpool dari Piala Liga Inggris
DEKANNEWS - Chelsea harus mengubur ambisi melanjutkan langkah di Piala Liga Inggris 2026/2027 setelah kalah dari Liverpool pada babak 16 besar. Pelatih Chelsea, Xabi Alonso, menegaskan bahwa Liga Inggris kini menjadi prioritas utama timnya setelah tersingkir melalui drama adu penalti di Stadion Anfield, Rabu (28/10/2026) waktu setempat atau Kamis (29/10/2026) dini hari WIB.
The Blues kalah 5-6 dalam adu penalti setelah bermain imbang 1-1 selama waktu normal. Hasil tersebut memastikan Liverpool melaju ke perempat final, sedangkan Chelsea harus mengalihkan perhatian ke kompetisi liga untuk memperbaiki performa mereka.
Alonso mengakui kekalahan melalui adu penalti menjadi hasil yang menyakitkan bagi timnya. Menurut dia, pertandingan berlangsung ketat dan Chelsea telah menunjukkan permainan yang cukup baik saat menghadapi Liverpool di kandangnya sendiri.
"Setiap kali pertandingan berlanjut ke adu penalti, pasti ada pihak yang merasa tersingkir dengam cara yang menyakitkan," ujar Alonso.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Alonso menilai Chelsea mampu memperlihatkan kualitas permainan yang dibutujkan ketika menghadapi lawan kuat di stadion dengan atmosfer kompetitif seperti Anfield. Dia pun menegaskan bahwa Liga Inggris tetap menjadi sasaran utama timnya musim ini.
"Kami telah menunjukkan permainan pada level yang baik dan itulah yang dibutuhkan ketika gatang ke stadion seperti ini. Liga Inggris tetap menjadi fokus utama kami," tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Kekalahan itu sekaligus memperpanjang catatan negatif Alonso saat bertandang ke Anfield sebagai pelatih. Dari tiga kunjungan ke markas Liverpool, mantan gelandang tersebut selalu menelan kekalahan ketika menangani Bayer Leverkusen pada 2024, Real Madrid pada 2025, dan kini Chelsea.
Di kubu lawan, pelatih Liverpool, Andoni Iraola, menyambut positif kemenangan yang membawa timnya melangkah ke perempat final Piala Liga Inggris. Dia menilai hasil tersebut penting untuk meningkatkan kepercayaan diri para pemain, terutama setelah Liverpool sempat mengalami kesulitan saat tampil di kandang dalam kompetisi Liga Inggris.
"Kami sangat senang. Tiga kemenangan beruntun di kandang sangat penting. Kami sebelumnya kesulitan dalam pertandingan kandang di liga, tetapi sekarang kami akan menghadapi Arsenal pada Minggu," ujar Iraola.
Kemenangan Liverpool juga menghadirkan cerita tersendiri karena Iraola dan Alonso diketahui telah bersahabat sejak kecil. Kini, keduanya berhadapan sebagai pelatih yang memimpin dua klub besar Inggris dengan ambisi meraih prestasi pada musim ini.
Iraola berpeluang mengikuti jejak Jurgen Klopp dan Arne Slot, yang sama-sama berhasil membawa Liverpool mencapai final Piala Liga Inggris pada musim pertama mereka menangani klub tersebut. Liverpool sendiri telah mengoleksi 10 trofi kompetisi itu dan selanjutnya dijadwalkan menghadapi Bournemouth pada babak perempat final.
Drama Adu Penalti di Anfield
Pertandingan Liverpool kontra Chelsea berlangsung sengit sejak awal. Chelsea lebih dahuilu membuka keunggulan pada menit ke-40 melalui eksekusi penalti Morgan Rogers setelah Ryan Gravenberch melakukan pelanggaran terhadap Moises Caicedo di dalam kotak penalti.
kiverpool tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Tiga menit setelah kebobolan, tuan rumah mendapatkan hadiah penalti menyusul pelanggatan Wesley Fofana karena bola mengenai tangannya. Cody Gakpo yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan mengubah skor menjafi 1-1 pada menit ke-43.
Kedua tim tidak mampu mencetak gol tambahan hingga waktu normal berakhir. Pertandingan pun harus ditemtukan melalui adu penalti untuk memastikan satu tempat di babak perempat final Piala Liga Inggris.
Dalam babak tos-tosan, Chelsea sempat berada di atas angin setelah Kostas Tsimikas gagal mengeksekusi penalti dan tendangan Ryan Gravenberch berhasil digagalkan kiper Mike Penders. Situasi tersebut membika peluang bagi Chelsea untuk mengamankan kemenangan di Anfield.
Namun, Liverpool mampu membalikkan keadaan setelah penjaga gawang Giorgi Mamardashvili menggagalkan tendangan Emmanuel Emegha. Joe Gomez kemudian sukses mencetak gol dari titik penalti dan menjaga peluang Liverpool untuk lolos ke babak berikutnya.
Penentuan kemenangan akhirnya terjadi ketika Wesley Fofana menjadi eksekutor terakhir Chelsea. Tendangannya melambung ke arah tribune Kop sehingga Liverpool memastikan kemenangan 6-5 dalam adu penalti dam berhak melaju ke perempat final.
Bagi Alonso, hasil ini menambah pekerjaan rumah Chelsea setelah sebelumnya kalah 0-2 dari Tottenham Hotspur di Liga Inggris pada Sabtu (24/10/2026). Sementara itu, Liverpool datang dengan modal positif setelah mengalahkan Brighton dengan skor 2-0 di kompetisi yang sama pada Minggu (25/10/2026). (Zat)
