Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan, Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat Akan Gelar Silatbar Bersama 84 Komunitas Ekonomi

Keterangan Pers Rumah Besar Nusantara Ekonomi Kerakyatan (tfk)

Bangkitkan Ekonomi Kerakyatan, Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat Akan Gelar Silatbar Bersama 84 Komunitas Ekonomi

Jakarta,Dekannews-Guna membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi covid 19 dengan membangkitkan ekonomi rakyat, Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat berencana akan menggelar Silaturahmi Akbar (Silatbar) bersama 84 komunitas dan organisasi ekonomi kerakyatan.

Silatbar yang akan digelar pada tanggal 24 Maret 2022 ini, juga akan mengundang para stakeholder ekonomi kerakyatan, seperti pemerintah, akademisi, organisasi usaha dan sebagainya.

Seperti diungkapkan Ali Mashun Atmo Ketua Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat kepada media Selasa (15/3).

"Sudah ada 84 Komunitas dan Organisasi Ekonomi Kerakyatan yang akan bergabung dalam Silatbar ini. Selain itu kita juga mengundang para menteri terkait ekonomi kerakyatan, seperti Menko Perekonomian, Menparekraf, para akademisi, pelaku usaha untuk menjadi pembicara,"jelas Ali.

Tujuan Silatbar ini sendiri menurut Ali, sebagai ajang silaturahmi bagi para organisasi dan komunitas serta pelaku ekonomi kerakyatan untuk merumuskan kebangkitan ekonomi kerakyatan setelah sempat terpuruk saat pandemi covid 19.

"Saat pandemi, ekonomi kerakyatan terkena imbasnya. Dan saat ini waktunya kita bangkit dengan berbagai program yang akan kita rumuskan dalam Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat di Silatbar ini,"jelas Ali.

Sementara itu Hery Haryanto Azumi Ketua Tim Perumus Rumah Besar Nusantara Ekonomi Rakyat mengatakan, berbagai program kebangkitan ekonomi kerakyatan akan kita lakukan, diantaranya dengan melakukan pendampingan kepada para pelaku ekonomi kerakyatan, seperti pendampingan digitalisasi ekonomi, pembuatan serifikisasi halal, SIPT, BPOM, perlindungan hukum, dan termasuk mendorong pemerintah terkait perbaikan regulasi ekonomi yang menguntungkan para pelaku ekonomi kerakyatan.

"Karenanya kita juga akan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder seperti pemerintah selaku regulator, termasuk juga dengan para pengusaha besar seperti KADIN. Tanpa kolaborasi dan kemitraan yang terjalin dengan baik akan sulit kita berkembang,"ujarnya.

Sementara itu Ali Mashun menambahkan, untuk menjangkau pelaku ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia, Rumah Besar Nusantara Ekonomi Kerakyatan juga akan membentuk kepengurusan di seluruh Provinsi hingga tingkat dua, yang nantinya juga akan bekerjasama dengan pemerintah daerah di kewilayahan.

"Kita akan membuat pelatihan bagi para pelajar dan mahasiswa selaku relawan tentang bisnis ekonomi yang nantinya mereka akan menjadi pendamping para pelaku ekonomi kerakyatan hingga ke pelosok,"jelasnya.

Sedangkan untuk sumber keuangan untuk menggerakkan ini, menurut Ali bisa melalui holding ekonomi kerakyatan, dana hibah, csr BUMD BUMN dan swasta, penyertaan modal produktif dan sebagainya.(tfk)