Reaktivasi Jalur Kereta Rangkasbitung–Labuan Berpotensi Tingkatkan Mobilitas dan Perekonomian
DEKANNEWS - Reaktivasi jalur kereta api Rangkasbitung - Pandeglang - Labuan dinilai dapat menjadi akses transportasi untuk memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi berbagai komoditas.
Dengan memudahkan akses masyrakat dan hasil komoditas, dan jalur sepanjang sekitar 56 kilometer
dapat menjadi penggerak baru perekonomian wilayah Banten.
Peneliti Pusat Riset Kesejahteraan Sosial, Desa dan Konektivitas (PRKSDK) BRIN Purwoko menyebut pengaktifan kembali jalur tersebut memiliki nilai strategis yang lebih luas dibanding sekadar pembangunan infrastruktur transportasi.
"Reaktivasi jalur kereta api bukan hanya proyek transportasi, tetapi juga strategi pengembangan wilayah. Semestinya potensi tersebut daapat dioptimalkan," kata Purwoko dikutip Senin (3/8/2026).
Menurut Purwoko, peluang pengoperasian kembali jalur Rangkasbitung–Pandeglang–Labuan cukup terbuka. Faktor pendukungnya antara lain pertumbuhan penduduk, meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat, tingginya kepadatan lalu lintas, serta kebutuhan angkutan barang yang lebih efisien.
Kajian BRIN dilakukan dengan melihat kondisi terkini jalur yang telah lama tidak beroperasi. Sejumlah infrastruktur seperti rel, stasiun, jembatan, dan fasilitas pendukung mengalami penurunan kondisi, bahkan sebagian trase telah berubah menjadi jalan maupun kawasan permukiman.
Dalam proses penelitian, tim BRIN melakukan observasi langsung terhadap kondisi jalur serta fasilitas pendukung. Selain itu, pengumpulan informasi dilakukan melalui wawancara dengan berbagai pihak, mulai dari PT Kereta Api Indonesia, pemerintah, operator transportasi, hingga masyarakat sekitar.
Penelitian tersebut juga dilengkapi dengan analisis dokumen perencanaan wilayah dan kebijakan transportasi untuk melihat peluang serta tantangan dalam pelaksanaan reaktivasi jalur kereta api tersebut.
Adapun sejumlah komoditas dinilai berpotensi memanfaatkan jalur tersebut, seperti hasil pertanian, perikanan, hingga batu bara untuk kebutuhan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Labuan yang saat ini masih banyak mengandalkan transportasi berbasis jalan.
Sebelumnya, presiden Prabowo Subianto juga sebelumnya menaruh perhatian terhadap pengembangan jaringan kereta api nasional. Di a berharap konektivitas perkeretaapian Indonesia dapat terus diperluas dan menjangkau lebih banyak wilayah, termasuk melalui revitalisasi sejumlah jalur yang tidak lagi beroperasi.
"Saya menanti peresmian revitalisasi stasiun-stasiun lain, termasuk launching Trans Sumatra Railway. Terima kasih," tutur Presiden Prabowo.
Jalur kereta api Rangkasbitun - Pandeglang - Labuan memiliki sejarah panjang sejak dibangun pada 1906. Jalur tersebut kemudian berhenti beroperasi sekitar 1984 akibat perubahan pola transportasi yang lebih banyak mengguakan jalur darat. (Zat)
