Pramono Ingin Dengarkan Keluhan Warga, Rapat Digelar di 44 Kecamatan
DEKANNEWS, JAKARTA - Gubernur Jakarta Pramono Anung akan turun langsung ke 44 kecamatan untuk memimpin rapat bersama jajaran pemerintah daerah mulai November 2026. Agenda tersebut menjadi upaya Pemprov Jakarta mendapatkan gambaran nyata mengenai berbagai persoalan di wilayah yang selama ini dilaporkan melalui mekanisme birokrasi.
Pramono menjelaskan, setiap kecamatan akan menjadi lokasi pertemuan yang dipimpin langsung olehnya bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jakarta. Rapat tersebut juga melibatkan para wali kota, bupati, serta jajaram pemerintah wilayah terkait untuk membahas persoalan yang dihadapi masyarakat.
“Apa yang menjadi problem, apa yang menjadi masalah? Apa yang harus duputuskan? Kita gali, kita dalami bersama-sama. Karena saya meyakini dengan cara ini, agar saya sebagai gubernur tidak hanya mendapatkan laporan yang baik-baik saja,” ujar Pramono, seperti dikutip Jumat (30/10/2026).
Gubernur menargetkan seluruh agenda pertemuan di 44 kecamatan tersebut dapat rampung dalam waktu paling lama empat bulan sejak pelaksanaannya dimulai. Dengan target itu, pemerintah daerah diharapkan dapat mengidentifikasi persoalan wilayah secara menyeluruh dalam waktu relatif singjat.
“Karena dengan demikian potret yang sebenarnya persoalan-persoalan di bawah itu betul-betul kita bisa pahami,” ujarnya.
Melalui pertemuan langsung tersebut, Pramono ingin memastikan berbagai persoalan di masing-masing kecamatan dapat dibahas secara mendalam. Pembahasan tidak hanya berfokus pada penyampaian laporan, tetapi juga mengidentifikasi masalah yang membutuhkan keputusan dan penanganan pemerintah.
Dia berharap rapat tersebut mampu menghasilkan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi serta kebutuhan masyarakat di setiap kecamatan. Informasi yang diperoleh secara langsung dari jajaran wilayah nantinya menjadi bahan pertimbangan Pemprov Jakarta dalam menentukan kebijakan dan langkah penyelesaian.
Selain menekankan pentingnya keterbukaan dalam menyampaikan persoalan wilayah, Pramono juga meminta seluruh pejabat yang terlibat menjaga kedisiplinan selama pelaksanaan rapat. Dia secara khusus mengingatkan para lurah dan jajaran pemerintah lainnya agar hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pramono menegaskan, ketepatan waktu menjadi bagian dari budaya kerja yang ingin dibangun di lingkungan Pemprov Jakarta. Melalui agenda tersebut, dia tidak hanya ingin memperkuat koordinasi pemerintahan, tetapi juga mendorong penyelesaian persoalan masyarakat berdasarkan kondisi nyata di lapangan. (Zat)
