Pesawat Batal Terbang, Penumpang Surabaya Pilih Naik Kereta ke Jakarta
DEKANNEWS, SURABAYA - Gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau membuat kereta api menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Jakarta. Kondisi tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng pada Minggu (6/9/2026).
KAI Daop 8 Surabaya mencatat jumlah penumpang di Stasiun Surabaya Gubeng mengalami kenaikan sekitar 5% dibandingkan akhir pekan sebelumnya. Petugas juga mendapati sejumlah calon penumpang pesaway yang datang ke stasiun untuk membeli tiket kereta menuju Jakarta.
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan peningkatan jumlah penumpang diperkirakan masih terjadi hingga Minggu malam.
“Dari pantauan kami, terutama di Stasiun Surabaya Gubeng, sampai nanti malam memang akan ada peningkatan jumlah penumpang. Jika dibandingkan dengan akhir pekan senelumnya, ada kenaikan sekitar 5%,” ujar Mahendro.
Meski demikian, KAI belum dapat memastikan seluruh kenaikan penumpang tersebut berkaitan dengan gangguan penerbangan. Namun, pemantauan di lapangan menunjukkan adanya penumpang pesawat yang beralih menggunakan kereta setelah penerbangannya dibatalkan.
“Kami memang belum dapat menyimpulkan apakah kenaikan ini seluruhnya berdanmpak dari penutupan atau pembatalan penerbangan. Namun, dari pantauan kami di lapangan, memang ada beberapa penumpang pesawat yang penerbangannya dibatalkan kmeudian beralih menggunakan moda transportasi kereta api,” katanya.
Gangguan perjalanan udara tersebut terjadi setelah sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memengaruhi ruang udara dan operasional sejumlah bandara. Bandara Internasional Soekarno-Hatta bahkan sempat ditutup sementara pada Minggu karena adanya indikasi sebaran abu vulkanik.
Meningkatnya kebutuhan perjalanan menuju Jakarta membuat KAI Daop 8 Surabaya mulai menyiapkan langkah untuk menambah kapasitas angkutan kereta api, khususnya pada layanan KA Anggrek.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah menambah satu kereta dalam rangkaian KA Anggrek. Dengan penambahan tersebut, rangkaian yang biasanya tterdiri dari delapan kereta akan menjadi sembilan kereta.
“Untuk tambahan, kami memang sedang melakukan persiapan. Kemungkinan akan ada satu kereta api, yakni KA Anggrek, yang akan kami tambah rangkaiannya. Yang biasanya delapan kereta, nantinya menjadi sembilan kereta,” jelas Mahendro.
KAI masih melakukan penghitungan dan evaluasi sebelum merealisasikan penambahan rangkaian tersebut. Ketersediuaan sarana serta koordinasi dengan wilayah operasional lain, termasuk Jakarta, menjadi pertimbangan dalam keputusan tersebut.
KA Anggrek merupakan layanan kereta api yang melayani perjalanan dari Surabaya Pasarturi menuju Gambir, Jakarta. Kereta yang sebelumnya dikenal dengan nama Argo Bromo Anggrek itu resmi menggunakan nama KA Anggrek sejak 9 Mei 2026.
Mahendro mengatakan langkah penambahan kapasitas merupakan bagian dari upaya KAI merespons kebutuhan masyarakat yang membutuhkan pilihan transportasi lain ketika perjalanan udara mengalami gangguan.
Menurutnya, kereta api diharapkan dapat menjadi altetnatif bagi masyarakat yang perlu melakukan perjalanan menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya, khususnya pada periode akhir pekan.
“Harapan kami sebagai operator kereta api, kami dapat memenuhi permintaan masyarakat. Terutama saat ini dan pada akhir pekan, ketika masyarakat membutuhkan moda transportasi untuk kembali ke Jakarta dan sekitarnya,” pungkasnya. (Zat)
