Asian Games 2026, Timnas Voli Putra Indonesia Hadapi Tantangan Adaptasi

Tim Voli Indonesia

DEKANNEWS - Timnas voli putra Indonesia akan memulai perjuangannya pada Asian Games 2026 dengan menghadapi Thailand pada laga pertama pul B, Minggu (27/9/2026). Sesuai jadwal voli putra Asian Games 2026, pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB.

Setelah melawan Thailand, skuad asuhan Reidel Toiran akan menghadapi Kirgiztan pada Senin (28/9/2026) pukul 08.00 WIB. Indonesia kemudian menutup fase pul B dengan menghadapi salah satu kekuatan utama voli Asia, Iran, Selasa (29/9/2026) pukul 14.00 WIB.

Indonesia tergabung pasa pul B bersama Thailand, Kirgiztan, dan Iran. Persaingan di grup tersebut menjadi ujian awal bagi Farhan Halim dan kawan-kawan dalam upaya memenuhi target PP PBVSI untuk menembus tiga besar Asian Games 2026.

Manajer timnas voli putra Indonesia Loudry Maspaitella mengatakan kondisi fisik para pemain dalam keadaan bauk menjelang pertandingan perdana. Namun, tim masih harus beradaptasi dengan kondisi lapangan serta cuaca di Jepang.

Secara fisik, kemarin latihan bagus semua. Problem utamanya, mereka harus segera beradaptasi dengan kondisi lapangan serta cuaca atau iklim di sini,” kata Loudry, Minggu (27/9/2026).

Mnenurut Loudry, proses adaptasi menjadi penting karena Thailand memiliki keuntungan dari sisi aklimatisasi. Tim Negeri Gajah Putih tersebut sudah lebih lama berada di Jepang sebelum menghadapi Indonesia.

“Thailand sudah sekitar 1 bulan berada di Jepang, jadi mereka tentu sudah lebih beradaptasi dengan kondisi di sini,” ujarnya.

Kondisi tersebut membuat Indonesia perlu memperceopat penyesuaian sebelum bertanding. Meski demikian, Loudry memastikan kondisi fisik pemain tidak ada masalah menjelang laga pembuka Pool B Asian Games 2026.

Pelatih timnas voli putra Indonesia Reidel Toiran menilai persiapan tim telah berlangsung cukup panjang. Menurutnya, tim terus menjalani program setelah tampil pada AVC Cup 2026 hingga mendekati Asian Games.

“Persiapan kami cukuip panjang karena dari AVC Cup 2026 sampai Asian Games kami tidak berhenti. Setelah SEA V Cup, kami melakukan peningkatan, terutama kondisi fisik dan sistem taktik,” kata Toiran

Pelatih asal Kuba tersebut mengatakan peningkatan kondisi fisik menjadi salah satu fokus utama tim setelah mengevaluasi performa di sejumlah turnamen sebelumnya.

Menurut Toiran, kondisi fisik pemain sempat menurun ketika menjalani rangkaian pertandingan dengan jadwal padat. Tim pelatih kemudian memaksimalkan program fisik sebelum mengalihkan fokus ke pematangan strategi dan taktik.

“Bulan pertama kami maksimalkan kondisi fisik supaya bisa mencapai peak performance di Jepang. Setelah itu, kami masuk ke sistem taktik,” ujarnya.

Toiran mengatakan timnya sudah menyiapkan sejumlah variasi permainan yang bisa diterapkan sesuai karakter lawan.

“Kami punya banyak situasi untuk taktik. Tergantung lawan siapa, kami bisa pakai. Kami sudah punya plan A, plan B, dan plan C. Ada antisipasi untuk berbagai situasi,” katanya.

Toiran juga optimistis anak asuhnya mampu bersaing untuk memenuhi target tiga besar yang ditetapkan PBVSI. Persiapan panjang dan perkembangan pemain menjadi dasar keyakinannya. (Zat)