Pemanfaatan AI oleh UMKM Buka Peluang Ratusan Ribu Lapangan Kerja
DEKANNEWS - Di tengah kekhawatiran kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), teknologi tersebut justru dinilai berpotensi menciptakan lapangan kerja baru. Pemanfaatan AI juga diproyeksikan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional seiring semakin luasnya adopsi teknologi oleh pelaku usaha.
Country Director Google Indonesia Veronica Utami mengatakan, temuan terbaru dalam AI Economy Report menunjukkan adopsi AI secara penuh oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia berpotensi menciptakan nilai ekonomi hingga Rp 910 triliun sekaligus membuka lebih dari 510.000 lapangan kerja baru.
"Temuan terbaru dari laporan AI Economy Report yang kami bagikan hari ini menunjukkan bahwa adopsi AI secara penuh oleh UMKM lokal di Indonesia berpotensi membuka nilai ekonomi hingga Rp 910 triliun dan mendukung lebih dari 510.00 lapangan pekerjaam baru," ujar Veronica dalam acara Google Indonesia di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
Menurut Veronica, peluang tersebut akan muncul seiring berkembangnya berbagai sektor dan model bisnis yang memanfaatkan AI. Teknologi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pekerjaan yang sudah ada, tetapi juga melahirkan barang, jasa, dan jenis pekerjaan baru.
Selain itu, penerapan penuh AI generatif di sektor media diproyeksikan mampu menghasilkan nilai ekonomi hingga Rp 66 triliun per tahun dan mermbuka jalan bagi hampir 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035.
Veronica menambahkan, tingginya tingkat adopsi AI di Indonesia turut menjadi modal penting. Bahkan, kreator Indonesia disebut menjadi yang terdepan di Asia Tenggara dengan menghasilkan hampir 9 juta gambar berbasis AI setiap hari.
"Kalau kita lihat kreator Indonesia itu leading the way, memimpin di Asia Tenggara dengan menghasilkan hampir 9 juta gambar setiap hari menggunakan teknologi AI. Ini sangat luar biasa, tidak hanya produktif tetapi juga kreatif," imbuhnya.
Senada dengan itu, Secretary General Indonesia Digital Association (IDA) Ilona Juwita mengatakan kehadiran AI juga melahirkan berbagai peluang pekerjaan baru, mulai dari produksi konten, distribusi konten, riset, pemasaran, hingga tata kelola AI (AI governance). Menurutnya, AI berperan besar dalam meningkatkan produktivitas di berbagai sektor industri.
Ia mencontohkan sejumlah perusahaan media kini memanfaatkan AI untuk memproduksi konten animasi. Industri hiburan juga mulai mengandalkan AI dalam proses produksi sehingga pelaku industri kreatif mampu mnenghasilkan lebih banyak karya dengan kualitas yang lebih baik.
"Salah satu output dari hadirnya AI untuk peluang kerja, kita bisa bicara produksi konten, distribusi konten, riset, dan pemasaran. Dari sisi industri, AI bisa berperan sangat signifikan," ujar Ilona.
Meski membuka peluang baru, Ilona mengakui adopsi AI juga mendorong perusahaan melakukan efisiensi sehingga PHK di sejumlah sektor menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Dampaknya tidak hanya dirasakan perusahaan teknologi, tetapi juga perusahaan nonteknologi yang memiliki pekerjaan yang dapat dioptimalkan menggunakan AI.
"Memang enggak bisa dipungkiri, PHK terjadi. Itu adalah kebijakan perusahaan untuk menilai bagian mana yang perlu efisiensi dan bagaimana kemudian AI akhirnya bisa memenuhi kebutuhan tersebut," katanya.
Karena itu, Ilona menilai kemampuan beradaptasi menjadi kunci bagi tenaga kerja untuk tetap kompetitif di era AI. Ia juga mendorong pemerintah memperluas program upskilling dan reskilling agar kualitas sumber daya manusia mampu mengikuti pesatnya perkembangan teknologi. (Zat)
