Pekan Depan, Gerhana Matahari Total Akan Melintasi Islandia dan Daratan Spanyol
DEKANNEWS - Fenomena Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, diperkirakan menjadi salah satu daya tarik wisata astronomi terbesar tahun ini.
Jalur totalitas akan melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, hingga Spanyol, sehingga ribuan pemburu gerhana dari berbagai negara diperkirakan memadati wilayah-wilayah tersebut utuk menyaksikan peristiwa langka itu secara langsung.
Puncak gerhana diperkirakan berlangsung pada pukul 17.46 UTC atau Kamis, 13 Agustus 2026 pukul 00.46 WIB. Momen ini memiliki nilai sejarah karena untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad, daratan utama Spanyol kembali berada tepat di jalur totalitas gerhana matahari, menjadikamya salah satu lokasi paling diminati para pengamat langit.
Selama peristiwa berlangsung, bayangan inti Bulan atau umbra akan bergerak dari dekat Kutub Utara dengan lintasan sekitar 8.260 kilometer dalam waktu kurang lebih satu setengah jam. Durasi totalitas terpanjang diperkirakan mencapai dua menit 18 detik di lepas pantai barat Islandia, sebelum melintasi Portugal dan Spoanyol dengan lama fase totalitas sekitar satu menit.
Tidak hanya gerhana matahari total, langit pada hari yang sama juga akan menyuguhkan fenomena astronomi lain berupa puncak hujan meteor dan parade enam planet. Sementara itu, masyarakat di Inggris dan Irlandia tetap dapat menikmati gerhana matahari parsial dengan tingkat penutupan Matahari mencapai sekitar 90 persen.
Meski menjadi fenomena yang dinantikan dunia, masyarakat Indonesia tidak berkesempatan menyaksikan gerhsana matahari total tersebut. Hal ini disebabkan posisi geografis Indonesia berada di sisi Bumi yang sedang membelakangi Matahari ketika gerhana berlangsung sehingga peristiwa itu tidak dapat diamati dari wilayah Tanah Aer.
Gerhana matahari total pada Agustus 2026 juga menjadi awal rangkaian fenomena langit besar berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 2027. Gerhana tersebut diprediksi melintasi Spanyol, Afrika Utara, dan Timur Tengah dengan durasi totalitas mencapai sekitar enam setengah menit, sehingga diperkirakan menarik minat pengamat astronomi dalam jumlah lebih besar.
Besarnya antusiasme terhadap gerhana matahari juga terlihat pada persiapan menghadapi peristiwa serupa yang akan berlangsung pada 22 Juli 2028. Jalur totalitas yang melintasi Dunedin, Selandia Baru, telah memicu lonjakan permintaan wisata hingga seluruh fasilitas penginapan di kota tersebut dilaporkan telah habis dipesan jauh sebelum hari pelaksanaan.
Gerhana matahari total di Dunedin dipandang sebagai momen yang sangat langka karena wilayah tersebut terakhir kali berada di jalur totalitas pada tahun 1163. Masyarakat Astronomi Dunedin memperkirakan sekitar 50.000 pengunjung akan datang untuk menyaksikan fenomena tersebut, sementara jalur gerhana akan dimulai dari Samudra Hindia, melintasi Australia bagian tengah di utara Alice Springs, melewati Sydney, kemudian menuju kawasan utara Milford Sound, Queenstown, Central Otago, dan berakhir di Dunedin, sebagaimana dijelaskan Hurley. (Zat)
