BMKG Sebut Musim Kemarau Lebih Lama, DKI Tingkatkan Antisipasi di Wilayah Rawan Kebakaran
DEKANNEWS - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan berlangsung pada Juli hingga September 2026.
Musim kemarau tahun ini pun akan berlangsung lebih panjang dengan kondisi yang lebih kering sehingga meningkatkan risiko kebakaran di berbagai wilayah Jakarta.
Terkait hal ini, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengajak seluruh warga berperan aktif mencegah kebakaran dengan memperkuat kesiapsiagaan lingkungan melalui gerakan satu RW Satu APAR di tengah musim kemarau 2026.
"Kemaraunya diprediksi oleh BMKG akan panjang dan kemungkinan akan kering," kata Pramono di Jakarta Selatan, Selasa, 21 Juli 2026.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pemprov DKI Jakarta mengerahkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) guna memperluas edukasi dan langkah mitigasi kepada masyarakat.
Sosialisasi diprioritaskan di kawasan permukiman padat yang memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi, seperti Tambora di Jakarta Barat dan Cakung di Jakarta Timur.
Sebagai bagian dari upaya pencegahan, Pramono memastikan program Satu RW Satu APAR terus diperkuat agar setiap lingkungan memiliki alat pemadam api ringan sebagai respons awal saat terjadi kebakaran.
"Kalau Jakarta kan gerakan meledak ini sudah diadakan. Itu untuk preventifnya," ucapnya.
Selain menyiapkan sarana pemadam, Pramono menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan selama musim kemarau.
Ia mengimbau warga tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan karena dapat memicu kebakaran.
"Kami meminta betul warga juga ikut terlibat menjaga bersama-sama," ujarnya. (Zat)
