Keracunan MBG, Puluhan Pelajar di Berastagi Dilarikan ke Rumah Sakit
DEKANNEWS, Sumatra Utara - Kasus pelajar Keracunan Usai Santap Menu MBG (Makanan Bergizi Gratis) kembali terjadi. Kali ini, insiden tersebut menimpa puluhan pelajar SMAN 1 Berastagi dan Perguruan Swasta Bersama Berastagi.
Kondisi para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan membuat pihak sekolah dan petugas harus melakukan evakuasi.
Insiden mulai diketahui sekitar pukul 14.30 WIB. Sejumlah pelajar dilaporkan mengalami gejala yang diduga berkaitan dengan keracunan dan membutuhkan penangaman medis sehingga langsung dibawa keluar dari lingkungan sekolah.
Camat Berastagi Izin Gurusinga membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menyebut para pelajar yang terdampak berasak dari dua sekolah berbeda di wilayah Kecamatan Berastagi.
"Ya (terjadi keracunan) dari SMAN 1 dan dari Perguruan Bersama," ujar Izin Gurusinga saat dikonfirmasi.
Data sementara menunjukkan pelajar yang terdampak berasal dari SMAN 1 Berastagi serta pelajar timngkat SMP, SMA, dan SMK yang beradas di Perguruan Swasta Bersama Berastagi.
Namun, jumlah pasti pelajar yang mengalami gejala hingga kini belum dapat dipastikan. Pihak kecamatan dan instansi terkait masih melakukan pendataan seiring proses evakuasi yang berlangsung.
Izin mengatakan petugas saat ini masih memprioritaskan proses evakuasi dan penanganan para pelajar yang mengalami keluhan kesehatan. "Belum tau jumlahnya, yang jelas cukup banyak. Ini sedang evakuasi," ungkapnya.
Sejumlah ambulans dikerahkan untuk membawa para pelajar ke fasilitas kesehatan. Evakuasi dilakukan secara bertahap lantaran jumlah korban yang membutuhkan pertolongan cukup banyak.
Para pelajar yang menjadi korban pada tahap awal dibawa ke RS Amanda yang berada paling dekat dari lokasi kejadian. Selanjutnya, sebagian korban dievakuasi ke RS Efarina Etaham dan RSU Kabanjsahe untuk mendapatkan penanganan medis.
Situasi di sejumlah fasilitas kesehatan pun dipenuhi aktivitas petugas yang menangani para pelajar. Kedatangan pasien secara bersamaan membuat tenaga medis harus bergerak cepat memberikan pertolonhan kepada para korban.
Hingga kini, penyebab pasti para pelajar mengalami gejala keracunan masih dalam penyelidikan. Aparat dan instansi terkait juga masih mendalami dugaan keterkaitan kejadian tersebut dengan makanan yang disajikan melalui program MBG. (Zat)
