Kasatpol PP Jaktim Muhammadong Sebut Tak Ada Penolakan Pedagang Ikan saat Direlokasi ke Lokbin
DEKANNEWS, JAKARTA - Pedagang ikan, kerang, kepiting atau rajungan, serta hasil laut lainnya yang biasa berjualan malam hari di trotoar Jalan Raya Bogor, depan Pasar Kramat Jati dipindahkan ke Lokasi Binaan (Lokbin)
Malam ini Selasa (1/9) Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau langsung Lokbin Pasar Kramat Jati tersebut.
Kepala Satpol PP Kota Jakarta Timur, Muhammadong mengatakan, para pedagang ikan tersebut menunjukkan sikap kooperatif ketika dipindahkan ke Lokbin. Koordinasi yang dilakukan jajaran pemerintah wilayah dinilai membantu proses penataan sehingga belum ditemukan adanya penolakan dari pedagang.
"Kalau melihat pedagangnya, saat ini memang kondusif dan siap berkoordinasi. Khususnya pedagang ikan, tidak ada penolakan," kata Madong sapaan akrabnya di lokasi Lokbin.
Menurut Madong, kondisi tersebut tidak terlepas dari peran aktif camat dan lurah dalam melakukan koordinasi dengan para pedagang. Ia juga mengaku hingga saat ini belum menemukan adanya protes dari pedagang terkait proses penataan dan relokasi.
"Pak Camat dan Pak Lurah tentunya sangat aktif berkoordinasi. Untuk saat ini informasinya seperti itu, tidak ada yang protes," pungkas Madong
Seperti diketahui, Lokasi tersebut telah ditata agar aktivitas perdagangan berada di dalam area pasar sehingga tidak mengganggu pejalan kaki di trotoar maupun menghambat arus lalu lintas.
Penataan tersebut juga imbas dari adanya kecelakaan lalulintas yang menyebabkan seorang pelajar tewas di sekitar lokasi.
Sementara itu, pedagang sayuran yang sebelumnya berjualan di sepanjang Jalan Raya Bogor juga telah diarahkan masuk ke area yang disiapkan di dalam kawasan pasar.
Penataan pedagang dari bahu jalan dan trotoar diharapkan dapat mengembalikan fungsi fasilitas umum sekaligus mengurangi hambatan aktivitas perdagangan terhadap lalu lintas di kawasan Pasar Kramat Jati. (Zat)
