Jelang MotoGP Mandalika, Pemulihan Desa Adat Sade Dikebut

Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang Terbakar Hebat beberapa waktu lalu

 

DEKANNEWS, LOMBOK - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menangani dampak kebakaran yang melanda Desa Adat Sade, Nusa Tenggara Barat (NTB). Langkah tersebut menjadi perhatian karena Desa Sade merupakan salah satu destinasi wisata yang berpotensi ramai dikunjungi wisatawan menjelang ajang internasional MotoGP.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pemerintah telah menyiapkan sejumlah program penanganan, baik dalam jamgka pendek maupun jangka panjang. Pada tahap awal, pemerintah akan menyalurkan bahan makanan kepada masyarakat yang terdampak kebakaran.

Selain bantuan kebutuhan dasar, pemerintah menyiapkan program pemberdayaan masyarakat dan pelaku pariwisata. Dukungan lainnya meliputi pemulihan trauma atau trauma healing, bimbingan teknis, hingga penguatan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Kementerian Pariwisata juga berupaya mendirikan dapur umium serta menyalurkan bantuan logistik melalui Politeknik Pariwisata Lombok. Penanganan tersebut dilakukan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), TNI/Polri, dan Palang Merah Indonesia (PMI).

Pemerintah turut menyiapkan rencana pembangunan museum sementara dan masjid. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu memulihkan aktivitas masyarakat sekaligus mendukung kembali kegiatan partiwisata di kawasan Desa Sade.

"Sehingga saat event MotoGP nanti masih bisa dikunjungi oleh wisatawan," kata Widiyanti, dikutip, Senin (31/8/2026).

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah akan membentuk tim kerja lintas kementerian dan lembnaga guna menghidupkan kembali aktivitas di Desa Sade. Pemerintah juga berencana membuat satu akun donasi, menyusun master plan rekonstruksi, serta membangun rumah layak huni bagi masyarakat yang terdampak.

Widiyanti menjelaskan Desa Adat Sade merupakan salah satu dari 21 dusun yang berada di Desa Wisata Rembitan. Berdasarkan aplikasi Jejaring Desa Wisata (Jadesta), Desa Wisata Rembitan saat ini masih masuk dalam kategori desa wisata berkembang.

Sebelum kebakaran terjadi, Desa Sade menjadi salah satu destinasi yang cukup ramai dikunjungi wisatawan. Dalam kondisi normal, kunjungan wisatawan dapat mencapai sekitar 200 orang per hari.

Jumlah tersebut meningkat signifikan saat memasuki perioide ramai atau peak season. Pada libur Tahun Baru 2026, misalnya, kunjungan wisatawan ke Desa Sade dapat mencapai 500 hingga 1.000 orang per hari.

Aktivitas pariwisata tersebut juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat. Pada periode sepi atau low season, perputaran ekonomi di Desa Sade berkisar Rp22,5 juta hingga Rp35 juta per hari.

Sementara pada periode ramai, perputaran ekonomi di kawasan tersebut dapat mencapai sekitar Rp50 juta per hari. (Zat)