Harga Minyak Dunia melonjak Imbas Serangan AS ke Kubu Irak di Selat Hormuz
DEKANNEWS - Isu Perdamaian yang tengah digencarkan untuk meredam konflik di Timur Tengah nampaknya bakal buyar. Israel justru mulai menggempur Gaza hingga menyebabkan 5 orang tewas dan Amerika menyerang dua peluncur rudal Iran di Pulau Larak yang berada di Selat Hormuz pada Minggu (30/8/2026).
Aksi tersebut menjadi serangan Amerika pertama yang diketahui terhadap Iran sejak akhir Juli 2026. Sebelumnya, Amerika hanya melontarkan ancaman - ancaman dan permintaan negosiasi terhadap Iran.
Dampak dua serangan di tengah isi Perdamaian tersebut, harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada perdagangan Senin (31/8/2026) pagi waktu Asia.
Dikutip dari Reuters, harga minyak mentah Brent naik US$ 2,22 atau 2,52% menjadi US$ 90,32 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat US$ 2,01 atau 2,41% menjadi US$ 85,41 per barel.
Pulau Larak berada di kawasan Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Ketegangan geopolitik di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan minyak global.
Lonjakan harga minyak mencerminkan meningkatnya premi risiko geopolitik menyusul eskalasi terbaru antara AS dan Iran. Investor kini mencermati perkembangan situasi di Selat Hormuz karena konflik yang semakin meluas berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasokan dan perdagangan minyak dunia.
Diketahui, Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global. Sebelum perang AS-Israel dengan Iran dimulai pada akhir Februari 2026, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati selat tersebut. (Zat)
