Gedung Bapenda Terbakar, Pemprov DKI Diminta Cek Kelayakan Seluruh Bangunan
DEKANNEWS, JAKARTA - Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, Kevin Wu, meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjadikan kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta sebagai momentum untuk mengevaluasi sistem keselamatan seluruh bangunan milik pemerintah daerah.
Kevin menilai evaluasi tersebut penting dilakukan, terutama untuk memastikan setiap gedung milik Pemprov DKI Jakarta memiliki sistem keamanan dan pencegahan kebajaran yang memadai.
Hal itu disampaikan Kevin menyusul kebakaran yang melanda Gedung Bapenda DKI Jakarta di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 7 Agustus 2026.
Menurut Kevin, pemeriksaan tidak cukup hanya dilakukan terhadap gedung yang mengalami kebakaran. Seluruh bangunan milik Pemprov DKI Jakarta perlu dipastikasn berada dalam kondisi layak dan aman untuk digunakan.
"Seharusnya Pemprov memiliki tim yang selalu mengawasi bangunan dari segi kelaikan dan bahaya kebakaran," kata Kevin saat dihubungi, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Kevin mengatakan kebetadaan tim khusus diperlukan agar pengawasan terhadap bangunan pemerintah dapat dilakukan secara rutin. Tim tersebut nantinya dapat memastikan berbagai komponen bangunan dan fasilitas penunjang keselamatan berfungsi sebagaimana mestinya.
Pemeriksaan, kata dia, juga perlu mencakup kondisi konstruksi hingga instalasi kelistrikan yang menjadi salah satu bagian penting dalam aspek keselamatan gedung.
"Tim tersebut bertugas untuk selalu mengecek kondisi bangunan baik dari kontruksinya hingga panel listriknya. Apakah masuk standar aman atau tidaknya," jelas politikus PSI tersebut.
Kevin menekankan pemeruksaan bangunan seharusnya menjadi bagian dari sistem pengawasan rutin Pemprov DKI Jakarta. Dengan pemeriksaan berkala, potensi kerusakan maupun gangguan terhadap sistem keselamatan dapat diketahui sebelum menimbulkan risiko yang lebih besar.
Menurutnya, pemerintah tidak semestinya menunggu terjadinya kebakaran atau insiden lainnya untuk kemudian melakukan pengecekan terhadap kondisi bangunan.
Ia berharap Pemprov DKI Jakarta segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh gedung milik pemerintah daerah. Langkah tersebut dinilai dapat menjadi upaya pencegahan agar potensi bahaya dapat ditemukan dan ditangani sejak dini.
Selain kondisi bangunan, Kevin turut menyoroti dugaan adanya perangkat keselamatan kebakaran di Gedung Bapenda DKI Jakarta yang tidak berfungsi ketika insiden terjadi.
Dia mengungkapkan adanya informasi mengenai dugaan sistem fire sprinkler atau alat penyemproy air untuk membantu memadamkan api di gedung tersebut tidak bekerja saat kebakaran berlangsung.
"Saya belum mengetahui apakah gedung Bapenda memiliki standar keamanan sebuah gedung atau tidaknya," ujar Kevin.
Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, terdapat dugaan salah satu fasilitas keselamatan kebakaran di gedung tersebut mengalami gangguan. "Tapi, kalau dilihat diduga adanya yang tidak berfungsi seperti fire sprinkler atau semprotan yang ada di langit gedung di setiap lantainya," kata Kevin.
Kevin menegaskan dirinya belum dapat memastikan apakah seluruh standar keselamatan di Gedung Bapenda DKI Jakarta telah terpenuhi. Karena itu, dia mendorong adanya pemeriksaan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari bangunan dan seluruh perangkat keselamatannya.
Menurut Kevin, kebakaran Gedung Bapenda DKI Jakarta seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi Pemprov DKI Jakarta. Pemeriksaan rutin terhadap konstruksi, panel listrik, hingga perangkat proteksi kebakaran dinilai penting agar setiap bangunan pemerintah tetap berada dalam kondisi aman dan potensi kejadian serupa dapat dicegah.
Kalau ingin, saya juga bisa buatkan 3 versi angle sekaligus (angle DPRD mendesak audit gedung, angle dugaan sprinkler bermasalah, dan angle evaluasi keselamatan pascakebakaran) dengan tetap 17 paragraf. (Zat)
