Cadangan Beras RI Capai 4,5 Juta Ton, Pemerintah Siap Antisipasi Sawah Banjir

Wamentan Republik Indonesia, Muhamad Saleh

DEKANNEWS - Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah perubahan cuaca yang memasuki musim hujan. Selain memiliki cadangan beras mencapai 4,5 juta ton, Kementerian Pertanian (Kementan) juga menyiapkan intervensi pompa untuk mengantisipasi banjir yang berpotensi mengganggu produksi pertanian.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Muhammad Saleh, mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta laporan mengenai kesiapan sektor pertanian menghadapi musim hujan. Salah satu perhatian pemerintah adalah memastikan lahan persawahan tetap dapat dikelola sehingga petani tidak mengalami gagal panen akibat genangan air.

Saat ditenui di Jakarta, Saleh menceritakan Presiden Prabowo sempat menghubungi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menanyakan langkaj antisipasi menghadapi perubahan musim. Dalam percakapan tersebut, Prabowo juga memastikan ketersediaan sarana pendukung pertanian, terutama pompa air.

"Kemarin Bapak Presiden menelepon ke Pak Mentan, saya ada di samping, kemudian beliau menanyakan tentang kesiapan kita untuk menghadapi musim hujan," ujar Saleh dalam acara di The Tribrata, Hotel & Convention Center, Sabtu (31/10/2026).

Menindaklanjuti arahan tersebut, Kementan memastikan berbagai peralatan pendukung telah disiapkan untuk menghadapi potensi banjir di area persawahan. Penggunaan pompa menjadi salah satu langkah yang akan dilakukan untuk mengurangi genangan air dan menjaga keberlangsungan produksi pertanian.

Saleh mengatakam, pemerintah juga telah menyiapkan intervensi penggunaan pompa agar sawah yang terdampak banjir dapat segera ditangani. Langkah tersebut diharapkan mampu melindungi tanaman petani dari risiko kerusakan yang berukung pada kegagalan panen.

"Beliau nanya apakah pompa-pompa sudah disiapkan? Oh siap. Apakah nanti pangan petani-petani tidak akan gagal panen? Kita akan lakukan intervensi pompa untuk mengamtisipasi sawah yang banjir,” jelasnya.

Menurut Saleh, pergantian siklus cuaca dari musim kemarau menuju musim hujan merupakan fenomena yang biasa terjadi. Karena itu, pemerintah telah memperhitungkan perubahan tersebut melalui berbagai langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas produksu dan ketersediaan pangan nasional.

Sekain kesiapan menghadapi musim hujan, Saleh memastikan kondisi cadangan pangan Indonesia masih berada dalam posisi aman. Berdasarkan data per Oktober 2026, cadangan beras nasuional mencapai 4,5 juta ton dan diklaim mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 10 bulan ke depan.

Dalam kesempatan tersebut, Saleh turut menyinggung kampanye bertajuk be ready yang diluncurkan pemerintah Inggris pada 26 Oktober lalu. Kampanye itu mengimbau masyarakay Inggris untuk memiliki persediaan pangan pribadi yang cukup guna memenuhi kebutuhan selama tiga hari dalam kondisi darurat.

Saleh kemudian membandingkan imbauan tersebut denhan kondisi ketahanan pangan Indonesia. Menurutnya, ketersediaan cadangan beras nasional menunjukkan bahwa pemerintah telah mempersiapkan kebuituhan pangan masyarakat untuk menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk ancamam krisis pangan global.

"Kita jangankan 3 hari, kita punya cadangan beras selama 10 bulan ke depan. Itu adalah strategi dan gagasan dari Bapak Presiden kita yang sangat kita banggakan," ucap Saleh. (Zat)