Biaya Haji 2027 Dirubah Tanpa Bebani Jamaah, Prabowo Usulkan Komposisi 52 : 48
DEKANNEWS - Pemerintah akan merubah skema dan komposisi pembiayaan haji tahun 2027 di tengah perubahan situasi geopolitik Timur Tengah yang ikut memengaruhi perhitungan biaya haji.
Presiden Prabowo Subianto mengusulkan perubahan komposisi pembiayaan haji menjadi 52:48. Usulan tersebut setelah menerima laporan terbaru mengenai Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengakui, pemerintah telah menghitung ulang sejumlah komponen biaya akibat perkembangan ekonomi yang dipengaruhi situasi di Timur Tengah.
Pemerintah juga telah melaporkan hasil pembahasan BPIH bersama Komisi VIII DPR tersebut. Pada prinsipnya, perubahan biaya dihitung ulang namun tidak memberatkan jamaah.
"Memang ada beberapa angka-angka yang harus berubah, tapi pada prinsipnya Presiden mengatakan jangan sampai memberatkan kepada jemaah," kata Gus Irfan seusai bertemu Presiden di Kepresidenan, Jakarta, Senin, 28 September.
Nenurutnya, Kementerian Haji dan Umrah tengah merumuskan skema yang tepat terkait perubahan biaya penyelenggaraan. Agar tidak membebani jemaah maka dilakukan perhitungan ulang komposisi antara Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) dan nilai manfaat dana haji.
Bipih adalah biaya yang dubayarkan langsung oleh jemaah. Adapun nilai manfaat berasal dari hasil pengelolaan dana haji yang digumakan untuk membantu pembiayaan penyelenggaraan ibadah.
"Presiden menyarankan sekitar 52 banding 48, sehingga dengan angka itu tidak terlalu memberatkan kepada jemaah," ujar Gus Irfan.
Meski demikian, kompoosisi perubahan pembiayaan haji masih berupa arahan. Besaran akhir BPIH maupun jumlah yang harus dibayar calon jemaah pada 2027 belum diumumkan secara resmi.
Gus Irfan mengatakan pihaknya masih perlu merumuskan kembali komposisi pembiayaan namun tentu saja dengan pertimbangan perubahan biaya penyelenggaraan.
"Karena itu, kami juga mencari formulasi-formulasi bagaimana kita bisa, walaupun angkanya berbeda, tapi jemaah tidak terlalu mendapatkan beban yang cukup besar," katanya. (Zat)
