Pengguna Pertalite Alami Lonjakan Drastis, Dipicu Kenaikan Harga Pertamax
Dekannews, Jakarta - Banyak pemilik kendaraan kini beralih menggunakan Pertalite. Salah satu pemicunya yaitu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti Pertamax memicu perubahan pola konsumsi masyarakat. Apa lagi selisih harga kedua jenis BBM tersebut dinilai semakin lebar.
PT Pertamina Patra Niaga mencatat konsumsi Pertalite mengalami lonjakan signifikan setelah penyesuaian harga BBM nonsubsidi. Director of Regional Marketing PT Pertamina Patra Niga Subholding Commercial & Trading, Eko Ricky Susanto, mengungkapkan kenaikan konsumsi Pertalite mencapai hampir 9,4 persen hanya selama Juli.
"Saat ini terjadi penuingkatan (konsumsi Pertalite) hampir 9,4 persen hanya di bulan Juli saja," ujar Eko Ricky Susanto dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VII DPR RI belum lama ini.
Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menilai fenomena tersebut terjadi karena perbedaan harga antara Pertalite dan Pertamax yang semakin jauh. Menurutnya, Pertamax kini mengikuti harga pasar, sedangkan Pertalite tetap dijual dengan harga yang disubsidi pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakar.
"Hari ini kalau kita lihat terjadi migrasi besar-besaran dari Pertamax ke Pertalite karena disparitas harga yang signifikan. Oleh karena itu Pak Taufiq dan teman-teman agak pontang-panting kerjanya. Dan terjadi antrean di beberapa SPBU yang kita bisa saksikan," kata Eddy.
Saat ini Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sementara harga keekonomiannya diperkirakan mencapai Rp16.100 per liter. Di sisi lain, Pertamax dipasarkan dengan harga Rp16.250 per liter sehingga selisih harga keduanya mencapai lebih dari Rp6.000 per liter.
"Kita beli Pertalite Rp10.000 di mana pun Rp10.000. Berapa nilai keekonomiannya? Rp16.100 per liter. Jadi bisa dibayangkan," ujar Eddy.
Data Pertamina menunjukkan, sebelum kenaikan harga BBM nonsubsidi, pangsa konsumsi Pertamax mencapai 23,2 persen, sedangkan Pertalite sebesar 75,4 persen. Setelah harga Pertamax naik, porsi konsumsi Pertalite meningkat menjadi 80,3 persen, sementara Pertamax turun menjadi 18,8 persen. Adapun Pertamax Green menyumbang 0,2 persen dan Pertamax Turbo sebesar 0,7 persen dari total konsumsi BBM. (Zat)
