Penanganan Dampak Banjir di Padang Dipercepat, Pemulihan Infrastruktur Diprioritaskan
Dekannews, Padang - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan dampak banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, sejak Senin (3/8) dengan mengerahkan personel, alat berat, pompa banjir, hingga mobil tangki air bersih.
Langkah tersebut dilakukan guna memulihkan akses masyarakat sekaligus memperbaiki infrastruktur yang terdampak.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan seluruh sumber daya yang dimiliki Kementerian PU disiagakan untuk mendukung percepatan penanganan bencana di daerah terdampak. Menurutnya, pemulihan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
"Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Prioritas utama adalah memulihkan akses masyarakat, memperbaiki tanggul yang jebol, dan memastikan aliran sungai kembali lancar sehingga risiko banjir susulan dapat ditekan," kata Dody dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).
Banjir terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur Kota Padang sejak pagi hingga sore hari. Kondisi tersebut menyebabkan debit sejumlah sungai memningkat hingga meluap dan menggenangi permukiman serta sejumlah fasilitas umum dengan ketinggian air mencapai sekitar 1,5 meter.
Wilayah yang terdampak banjir meliputi Perumahan Wahana 2 Rimbo Tarok, Perumahan Graha Cahaya Madani, Perumahan Grand Mandiri, Pasar Lalang, Kampus Universitas Baiturrahmah, hingga Rumah Sakit Islam Siti Rahmah. Genangan juga merendam Jalan Bypass KM 15 dan Jalan Arai Pinang sehingga menghambat mobilitas warga.
Selain merendam permukiman, banjir juga mengakibatkan tanggul di kawasan Lapau Munggu, Lubuk Tampuruang jebol. Di sisi lain, layanan air bersih PDAM Kota Padang terganggu akibat kerusakan intake di Guo, Latung, dan Paraku yang terdampak banjir bandang.
Untuk mencegah kerusakan yang lebih luas pada Instalasi Pengolahan Air (IPA) dan Jaringan Distribusi Utama (JDU), operasional seluruh intake terdampak dihentikan sementara karena kualitas air mengalami penurunan akibat material yang terbawa arus banjir.
Dalam penanganan darurat, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang mengerahkan Tim Reaksi Cepat yang bekerja sama dengan TNI, Polri, pemerintah daerah, dan BPBD. Selain itu, dua unit mobile flood pump berkapasitas masing-masing 250 liter per detik dioperasikan untuk mempercepat pengurangan genangan.
BWS Sumatera V Padang juga melakukan pendataan kondisi infrastruktur intake air baku sekaligus mempercepat perbaikan dengan mengerahkan dua unit alat berat, masing-masing ditempatkan di Batang Kuranji dan Batang Air Dingin untuk mendukung proses pemulihan.
Di saat yang sama, Balai Penataan Bangunan, Prasarana, dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat menyalurkan bantuan air bersih menggunakan tiga mobil tangki berkapasitas masing-masing 4.000 liter guna memenuhi kebutuhan warga hingga layanan air bersih kembali normal. (Zat)
