Mourinho: Mbappe Layak Raih Ballon d'Or 2026

Kylian Mbappe

DEKANNEWS - Bursa kandidat peraih Ballon d'Or 2026 mulai menghangat. Sejumlah nama-nama pesepak bola beken digadang-gadang menjadi pemenang trophy individu paling bergengsi seantero jagat.

Menurut Mourinho, penghargaan tersebut sudah sepantasnya disematkan pemain terbaik dunia. Namun faktor terpilihnya pemain tersebut bukan karena prestasinya menjuarai Piala Dunia atau Liga Champions.

Mourinho menilai, saat ini hanya ada sedikit pemain yang layak disebut sebagai terbaik dunia dan salah satunya berada di skuad Madrid. Oleh sebab itu dia menyatakan dukungannya terhadap Mbappe menjelang pertandingan Real Madrid melawan Malaga pada La Liga Spanyol. 

"Pemain terbaik dunia hanya ada dua, tiga, atau empat orang dan kita tahu siapa mereka. Mereka ada di sini," kata Mourinho kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).

Pelatih asal Portugal itu kemudian menyebutkan sejumlah pencapaian individu Mbappe pada musim panas 2026. Salah satu yang menaikan nilai Kapten timnas Prancis tersebut yaitu saat mencetak sejarah dengan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa di Piala Dunia.

"Bagi saya, ada satu pemain yang secara individu mencetak sejarah pada musim panas ini," ujar Mourinho merujuk kepada Mbappe.

Mbappe menjadi salah satu kandidat kuat peraih Ballon d'Or setelah mengakhiri musim lalu sebagai pencetak gol terbanyak La Liga, Liga Champions, dan Piala Dunia 2026.

Meski mampu membuktikan menjadi striker tajam,  pemain Prancis tersebut tidak berhasil membawa klub maupun negaranya memenangi trofi utama dari kompetisi tersebut.

Selain Mbappe, sejumlah nama besar juga ikut masuk dalam persaingan Ballon d'Or tahun ini. Penyerang Inggris Harry Kane, gelandang Spanyol sekaligus juara dunia Rodri, serta dua pemain Paris Saint-Germain (PSG), Ousmane Dembele dan Khvicha Kvaratskhelia, termasuk dalam jajaran kandidat.

Mbappe kembali menjadi bahan perbincangan menyusul trigol yang dia hasilkan saat Real Madrid mengalahkan Real Sociedad 4-1, Rabu (26/8/2026).

Kegemilangan tersebut membuat media massa tertarik untuk membahasnya. Bahkan harian olahraga AS yang berbasis di Madrid menempatkan Mbappe di halaman depan dengan tajuk "Mbappe Membidik Ballon d'Or".

Jose Mourinho menilai penghargaan individu paling bergengsi di sepak bola itu harus diberikan berdasarkan kualitas personal seorang pemain.

"Anda tidak bisa memberikan Ballon d'Or kepada seorang pemain hanya karena dia memenangi Liga Champions atau Piala Dunia," kata Mourinho.

Mourinho menyebut seorsng pemenang Ballon d'Or seharusnya memiliki kemampuan istimewa yang membuat namanya terus dikenang meski sudah mengakhiri karier. Baginya, status sebagai pemain legendaris menjadi salah satu hal penting dalam menentukan penerima penghargaan tersebut.

"Bagi saya, Ballon d'Or harus diberikan kepada salah satu pemain yang ketika pensiun nanti akan selalu dirindukan. Maradona, Ronaldinho, Ronaldo Nazario, Cristiano Ronaldo, Messi, Zidane," ujarnya.

Pelatih asal Portugal itu kemudian membedakan pencapaian kolektif dengan penghargaan individu. Menurutnya, keberhasilan memenangkan kompetisi seperti Liga Champions atau Piala Dunia lebih layak digunakan untuk mengapresiasi tim beserta pelatij yang membawa mereka meraih gelar.

"Kalau ingin memberikan penghargaan untuk Liga Champions, berikan kepada Luis Enrique. Untuk tim nasional Spanyol, berikan kepada Luis de la Fuente," katanya.

Mourinho menegaskan pemain terbaik dunia harus dinilai berdasarkan kapasitas individunya, bukan semata-mata karena keberhasilan tim yang diperkuatnya. Dalam pandangannya, pengharhaan tersebut memiliki standar berbeda dan ia kembali menyebut Kylian Mbappe sebagai sosok yang menurutnya memenuhi kriteria tersebut.

"Pemain terbaik dunia adalah sesuatu yang berbeda. Dia tidak berada di PSG ataupun di tim nasional Spanyol," tegas Mourinho, kembali merujuk kepada Mbappe. (Zat)