Kementrian PU Klaim Telah Menyelamatkan 142 Ribu Ha Sawah dari Ancaman Gagal Panen

Menteri PU Dody Hanggodo

DEKANNEWS, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengoptimalkan penanganan dampak kekeringan di sejumlah daerah untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi sekaligus menjaga produktivitas pertanian selama kemarau panjang.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, penanganan darurat telah dilakukan di 3.288 lokasi terdampak. Lokasi tersebut mencakup kawasan permukiman warga, areal persawahan, hingga wilayah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga," ucap Dody dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu, 26 September.

Untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian, Kementerian PU melakukan penanganan pada 358 lokasi persawahan. Upaya tersebut dilakukan melalui pemompaan air snugai, normalisasi saluran irigasi, pembangunan saluran darurat serta penerapan teknologi irigasi hemat air.

Dari jumlah tersebut, penanganan di 272 lokasi telah rampung. Sementara itu, pekerjaan di 86 lokasi lainnya masih terus dilakukan oleh petugas di lapangan.

Selain menjaga lahamn pertanian, pemerintah juga memprioritaskan pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Penyaluran air dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi selama kondisi kemarau berlangsung.

"Kementerian PU akan terus bergerak berdasarkan kondisi di lapangan. Infrastruktur air yang ada harus dioptimalkan untuk memberikan manfaat nyata, baik untuk kebutuhan masyarakat maupun menjaga produktivitas pertanian," katanya.

Hingga saat ini, Kementerian PU mencatat telah menyalurkan 48,9 juta liter air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan. Distribusi tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dasar sekitar 1,75 juta jiwa yang tersebar di 2.553 lokasi permukiman.

Penanganan kekeringan tersebut dilakukan dengan mengerahkan berbagai sarana pendukung untuk mempercepat distribusi air kepada warga. Pemerintah juga menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah terdampak.

Selain distribusi air bersih, pemerintah melakukan pengerjaan sumur bor untuk menambah sumber pasokan air di wilayah yang mengalami kekurangan air. Hidran umum juga disiapkan untuk mendujung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Armada mobil tangki turut dikerahkan untuk menjangkau permukiman yang mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Seluruh upaya tersebut dilakukan dengan pengawalan Satuan Tugas Antisiipasi El Nino.

Satuan tugas juga melakukan pemantauan terhadap ketersediaan cadangan air di sejumlah bendungan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak kemarau dan memastikan ketersediaan air tetap terjaga hingga November 2026.

Dengan berbagai langkah tersebut, Kementerian PU memastikan penanganan kekeringan terus dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi di lapangan, baik untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat maupun menjaga keberlanjutan produksi pertanian. (Zat)