Gempa Sumut M6,4 Terasa hingga Aceh, Warga Sempat Panik
DEKANNEWS, Sumatera Utara - Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 yang berpusat di wilayah Simalungun, Sumatera Utara, pada Sabtu (15/8/2026) sore, turut dirasakan hingga sejumlah wilayah di Aceh. Guncangan membuat sebagian warga panik dan memilih keluar dari rumah untuk mengantisipasi getaran yang lebih kuat.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.54 WIB. Episentrum gempa berada di koordinat 2,97 derajat lintang utara (LU) dan 98,95 derajat bujur timur (BT), sekitar 11 kilometer sebelah timur Simalungun, dengan kedalaman 163 kilometer.
Salah satu wilayah yang merasdakan guncangan adalah Banda Aceh. Sejumlah warga mengaku merasakan getaran cukup kuat meski pusat gempa berada di Sumatera Utara.
Selain Banda Aceh, getaran juga dirasakan masyarakat di wilayah Aceh Selatan. Warga setempat turut merasakan guncangan yang menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi rumah dan benda-benda di dalamnya.
Sampai berita ini disusun, belum terdapat laporan mengenai kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa di wilayah Aceh. Kondisi tersebut masih dalam prmantauan pihak terkait.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak panik dan tetap mengandalkan informasi dari sumber resmi. Warga juga dimuinta tidak mudah mempercayai kabar mengenai gempa yang belum terkonfirmasi.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa tersebut termasuk dalam kategori gempa bumi menengah. Berdasarkan hasil analsis, gempa dipicu aktivitas sesar dengan mekanisme sesar geser turun atau oblique normal fault.
Peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG menunjukkan sejumlah wilayah mengalami intensitas hinglga V MMI. Daerah yang berada pada tingkat tersebut antara lain Kota Tebingtinggi, Kota Kabanjahe, dan Kota Limapuluh.
Intensitas V MMI menunjukkan guncangan dapat dirasakan hampir oleh seluruh penduduk. Pafa tingkat ini, orang-orang yang sedang tidur juga dapat terbangun akibat getaran gempa.
Sementara itu, intensitas IV MMI tercatat di Raya, Simalungun, Panombeian Pane, Simalungun, Panei, Simalungun, Kota Pematangsiantar, dan Kota Pangururan.
Pada skala IV MMI, getarlan umumnya dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah pada siang hari. Tingkat guncangan tersebut dapat membuat masyarakat menyadari adanya gempa meski dampaknya berbeda di setiap lokasi.
Hingga pukul 18.16 WIB, BMKG belum mendeteksi adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan.
Wijayanto mengatajkan BMKG akan terus mengawasi perkembangan aktivitas kegempaan di wilayah tersebut. "BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," katanya.
Masyarakat diminta tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. BMKG juga mengimbau warga menjauhi bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa serta mengikuti arahan dari petugas dan instansi terkait. (Zat)
