Gempa Pangandaran M 5,3 Guncang Garut, Kerusakan Masih Didata

Gempa Pangandaran M 5,3 Rabu Malam (5/8)

DEKANNEWS, GARUT - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,3 berpusat di Kabupaten Pangandaran mengguncang sejumlah daerah di Jawa Barat pada Rabu (5/8) malam. Mengantisipasi adanya dampak bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut bergerak cepat melakukan pemantauan di wilayah pesisir.

Getaran gempa paling terasa di kawasan pesisir selatan Jawa Barat bahkan juga mencapai wilayah Nagreg hingga pusat Kota Garut. Kondisi tersebut memicu kewaspadaan masyarakat dan aparat setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan seluruh personel BPBD bersama aparat kecamatan serta pemerintah desa dan kelurahan telah diperintahkan melakukan pengecekan di wilayah masing-masing untuk memastikan kondisi tetap aman.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 21.55 WIB dengan pusat gempa berada sekitar 79 kilometer barat daya Pangandaran pada kedalaman 18 kilometer.

Proses pemantauan terus dilakukan hingga Kamis pagi, terutama di kawasan pesisir Garut. Sejauh ini belum ditemukan laporan mengenai kerusakan berarti maupun korban, namun pemeriksaan tetap dilanjutkan sebagai langkah antisipasi.

"Informasikan apabila terdapat dampak di wilayah masing-masing, seperti kerusakan bangunan, korban jiwa, maupun kondisi lain," imbau Anwar.

Guncangan gempa juga membuat warga panik. Sejumlah masyarakat berhamburan keluar rumah sesaat setelah merasajan getaran yang cukup kuat pada malam hari.

"Saya sedang duduk di ruang tamu, tiba-tiba goyang, ternyata gempa. Saat itu langsung keluar," kata Asep (47), warga Sukaregang, Garut 

Selain berdampak pada masyarakat, gempa juga memengaruhi operasional transportasi kereta api di wilayah Daerah Operasi 2 Bandung sebagai langkah untuk menjamin keselamatan perjalanan.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung menghentikan sementara perjalanan Kereta Api Siliwangi relasi Cipatat–Cianjur–Sdukabumi setelah getaran dirasakan di sejumlah lintas operasional.

Getaran turut terasa di jalur Nagreg–Banjar, Cibatu–Garut, hingga Cipatat–Gandasoli sehingga seluruh perjalanan kereta di wilayah terdampak sempat dihentikan untuk pemeriksaan kondisi jalur.

"Begitu informasi gempa kami terima, Pusat Pengendali Operasi Jereta Api langsung memerintahkan seluruh perjalanan berhenti sementara," ujar Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo. (Zat)