Gempa Bogor Rusak 253 Rumah, Desa Purwabakti Paling Terdampak

Gempa Bogor


DEKANNEWS, JAKARTA - Sebanyak 253 rumah warga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengalami kerusakan akibat gempa bumi bermagnitudo 4,1 yang mengguncang wilayah tersebut pada Kamis (15/10/2026). Desa Purwabakti, Kecamatan Pamijahan, menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak.

Jumlah rumah yang mengalami kerusakan tersebut meningkat signifikan dibandingkan hasil pendataan awal yang mencatat sebanyak 17 rumah terdampak.

Dilansir dari Antara, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor Andi Sumardi mengatakan, Sabtu (17/10/2026), kerusakan bangunan tersebar di tiga desa yang berada di Kecamatan Pamijahan dan Leuwiliang.

Dari total 253 rumah yang terdampak, sebanyak 222 unit mengalami kerusakan ringan, 25 unit rusak sedang, dan enam unit lainnya mengalami kerusakan berat.

Desa Purwabakti menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling besar. Di desa yang berada di Kecamatan Pamijahan tersebut, tercatat 106 rumah mengalami kerusakan, dengan rincian 97 rumah rusak ringan, enam rusak sedang, dan tiga rusak berat.

Sementara itu, di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, sebanyak 76 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 70 rumah masuk kategori rusak ringan dan enam rumah mengalami kerusakan sedang.

Adapun di Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, gempa mengakibatkan 71 rumah terdampak. Sebanyak 55 rumah mengalami kerusakan ringan, 13 rumah rusak sedang, dan tiga rumah lainnya rusak berat.

Dampak gempa tidak hanya terjadi pada tempat tinggal warga, tetapi juga menyasar fasilitas umum berupa sarana ibadah. BPBD mencatat lima sarana ibadah mengalami kerusakan ringan, terdiri atas tiga bangunan di Desa Purwabakti dan dua bangunan di Desa Cibunian.

Selain kerusakan bangunan, seorang perempuan dilaporkan mengalami luka ringan akibat kejadian tersebut. Korban berasal dari Kampung Cikupa, Kecamatan Pamijahan, dan telah memperoleh penanganan medis di klinik kesehatan setemopat.

Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang tercantum dalam laporan BPBD, gempa bermagnitudo 4,1 itu berpusat sekitar 26 kilometer barat daya Kota Bogor, dengan kedalaman lima kilometer.

Untuk menangani dampak bencana, BPBD Kabupaten Bogor telah menerjunkan Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) ke wilayah terdampak. Tim tersebut bertugas melakukan kaji cepat, menginventarisasi kerusakan banhunan, serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kerusakan bangunan paling banyak ditemukan pada bagian dinding rumah, mulai dari retajan hingga kondisi hancur. Selain itu, sejumlah bangunan juga mengalami kerusakan pada bagian plafon dan atap.

Hingga Sabtu (17/10/2026), BPBD Kabupaten Bogor masih melakukan rekapitulasi dan pendataan lanjutan terhadap dampak gempa. Dengan proses pendataan yang masih berlangsung, jumlah rumah rusak maupun fasilitas terdampak berpotensi bertambah. (Zat)