DPRD DKI Dorong Evaluasi Tarif TransBandara Rp15 Ribu
DEKANNEWS, JAKARTA - Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendorong pemerintah mengevaluasi tarif baru TransBandara rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta yang ditetapkan sebesar Rp15.000.
Menurut Rio, evaluasi diperlukan agar kebijakan tarif tersebut tetap sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penggunaan transportasi publik. Tarif yang terlalu tinggi dikhawatirkan justru membuat masyarakat memilih moda transportasi lain.
Rio mengatakan, tarif TransBandara memang memiliki alasan untuk berada di atas tarif Tramsjakarta reguler. Perbedaan jarak perjalanan, penggunaan jalan tol, durasi tempuh, hingga biaya operasional menjadi sejumlah faktor yang harus diperhitungkan.
Meski demikian, ia menilai kondisi fiskal DKI Jakarta memungkinkan pemerintah memberikan subsidi secara terukur. Dengan begitu, tarif yang dibayarkan penumpang tetap terjangkau tanpa mengabaikan keberlanjutan operasional layanan.
"Prinsipnya, masyarakat tetap membayar sebagian biaya perjalanan, sementara APBD memberikan subsidi secara terukur," kata Rio dikutip Sabtu (5/9/2026).
Ia menegaskan, orientasi kebijakan transportasi publik bukan nerarti seluruh layanan harus diberikan secara gratis. Pemerintah tetap perlu menjaga keseimbangan antara keterjangkauan tarif bagi masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.
Rio juga mengusulkan agar evaluasi tarif dilakukan secara berkala, misalnya setiap enam bulan. Evaluasi tersebut perlu mempertimbangkan tingkat okupansi penumpang, biaya opoerasional riil, kualitas pelayanan, serta kemampuan masyarakat dalam membayar tarif.
"Tarif seharusnya mengikuti hasil evaluasi dan kebutuhan pelayanan publik," tegasnya.
Selain evaluasi tarif, Rio menilai skema pembayaran juga dapat dikembangkan untuk meningkatkan jumlah pengguna. Salah satunya melalui tiket bundling atau sistem langganan yang ditujukan bagi pekerja bandara, mahasiswa, maupun masyarakat yang menggunakan layanan secara rutin.
Integrasi layanan juga dinilai menjadi faktor penting dalam memperluas jangkauan TransBandara. Konektivitas dengan simpuk transportasi seperti Tanah Abang, Palmerah, dan Kebayoran dapat memudahkan masyarakat dari berbagai wilayah menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Dengan akses yang lebih luas, Rio berharap TransBandara tidak hanya menjadi pilihan bagi warga yang berada di sekitar Blok M. Layanan tersebut diharapkan mampu menjadi salah satu alternatif transportasi bandara bagi masyarakat dari berbagai kawasan Jakarta.
"Sebagai anggota DPRD DKI Jakarta, menurut saya TransBandara harus menjadi layanan publik yang terjangkau sekaligus dikelola secara sehat dan berkelamnjutan," ujarnya.
Karena itu, Rio meminta penetapan tarif Rp15.000 tidak berhenti pada keputusan awal, tetapi terus dievaluasi berdasarkan biaya operasional, tingkat keterisian penumpang, kualitas layanan, serta daya beli masyarakat.
"Jangan sampai tarif yang terlalu tinggi justru membuat masyarakat enggan menggunakan transportasi publik yang sebenarnya ingin kita dorong," tandasnya. (Zat)
