Cegah Kekeringan, Pemprov DKI Akan Lakukan OMC Dua Kali Sepekan
DEKANNEWS, JAKARTA - Menghadapi musim kemarau panjang, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melaksanakan berbagai upaya untuk mencegah kekeringan di Jakarta. Salah satunya dengan menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) sedikitnya dua kali setiap pekan sebagai langkah antisipasi musim kering yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober mendatang.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan skema pelaksanaan modifikasi cuaca untik memicu hujan di wilayah Jakarta. Namun, pelaksanaan OMC sangat bergantung pada keberadaan awan yang memadai sebagai media penyemaian.
Menurut Pramono, tantangan yang dihadapi saat ini adalah minimnya pembentukan awan di langit Jakarta. Tanpa adanya awan, upaya modifikasi cuaca tidak dapat dilakukan.
"Jadi intinya tadi saya sudah memberikan persetujuan untuk kalau bisa setiap minggu itu satu-dua kali dibuat hujan buatan atau modifikasi cuaca kalau ada awan. Karena ini akan berlangsung lama," ujar Pramono di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (4/8).
Ia menambahkan telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta agar meningkatkan langkah-langkah antisipasi terhadap dampak musim kemarau. Berdasarkan hasil rapat yang digelar, musim kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino diperkirakan masih akan berlangsung sekitar dua bulan ke depan.
"Dari data yang ada, pnncak El Nino itu akan panjang, mungkin salah satu yang terpanjang jika dibandingkan dengan 2023. Puncaknya kurang lebih nanti akhir September atau minggu pertama, kedua, Oktober baru akan ada hujan," katanya.
Sebelumnya Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG juga telah mengumumkan puncak musim kemarau 2026 yang diprediksi berlangsung pada Juli-September 2026. Tidak serentak, ada beberapa daerah yang sudah mengalami puncak musim kemarau, ada juga yang belum.
BMKG juga memaparkan saat ini sudah sekitar 74% wilayah RI memasuki musim kemarau. Bahkan adanya fenomena El Nino membuat Musim kemarau di Indonesia 2026 akan semakin parah yang diperkirakan bertahan hingga awal tahun 2027.
Selain itu, Pramono mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran yang cenderung meningkat selama musim kemarau akibat kondisi cuaca yang kering.
Untuk mengurangi risiko tersebut, Pemprov DKI Jakarta akan menggencarkan kampanye pencegahan kebakaran, termasuk memastikan ketersediaan air bersih. Ia juga meminta pengurus RT dan RW menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di lingkungan masing-masing.
"Karena ini pasti cepat atau lambat karena suasananya kering dan mungkin untuk terjadi ISPA," pungkasnya. (Zat)
