Abu Vulkanik Negatif di 8 Bandara, BMKG : Intensitas Erupsi Anak Krakatau Menurun

Erupsi Anak Gunung Krakatau


Aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mulai mengalami penurunan intensitas. Abu vulkanik dari Anak Krakatau juga terus menurun. 

Demikian dilaporkan Badan Meteorologi dan Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait aktivitas Gunung Anak Krakatau hari ini.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, awalnya menjelaskan BMKG telah melakukan pemantauan citra satelit dan data meteorologi penerbangan, untuk melengkapi pantauan tersebut juga telah menjalankan pengujian paper test secara berkala di beberapa titik. Hasilnya, delapan bandara yang sempat ditutup sudah dibuka lagi usai paper test menunjukkan hasil negatif abu vulkanik.

"Hasil pengamatan paper test per pukul 06.00 WIB menyatakan bahwa delapan bandara yang sebelumnya ditutup operasionalnya dinyatakan negatif dari paparan abu vulkanik. BMKG tetap memantau pergerakan abu secara real-time agar seluruh penerbangan berjalan aman," kata Faisal seperti dikutip dari situs resmi BMKG, Selasa (8/9/2026

Bandara yanhg kembali beroperasi itu ialah Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Husein Sastranegara, Bandara Budiarto Curug, Bandara Pondok Cabe, Bansara Taufiq Kiemas, Bandara Radin Inten II serta Bandara Salakanagara Tanjung Lesung.

Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, mengatakan pihaknya juga memantau abu vulkanik secara umum berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki (2,13 km). Dia mengatakan abu vulkanik kini bergerak ke arah selatan-barat daya mencakup sebagian Banten bagian barat laut, Samudra Hindia barat laut Banten. Abu vulkanik bergerak dmngan kecepatan hingga 18,5 km/jam pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB. (Zat)