Abaikan Gencatan Senjata, Israel Lakukan 5.147 pelanggaran
DEKANNEWS - Kantor Media Pemerintah mengungkapkan sikap Israel yang kerap mengabaikan kesepakatan gencatan senjata.
Pada Hari Selasa, kantor berita tersebut mengatakan meski kesepakatan gencatan senjata Gaza telah dilakukan yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, namun Israel telah melakukan 5.147 pelanggaran.
Akibat pelanggaran tersebut mengakibatkan 1.421 warga Palestina tewas, seraya memperingatkan akan bencana kemanusiaan yang mengancam di tengah datangnya musim dingin.
"Kondisi kemanusiaan dan penyaluran bantuan di Jalur Gaza telah menjadi berbahaya dan membawa dampak bencana, sehingga membuat ratusan ribu warga Palestina yang mengungsi menghadapi risiko yang mematikan," ungkap kantor tersebut dalam sebuah pernyataan, melansir Anadolu (29/9).
Lebih lanjut kantor tersebut membantah pernyataan Israel yang menyebutkan pasokan dalam jumlah memadai telah diizinkan masuk ke Gaza. Menurutnya laporan tersebut hanya klaim yang menyesatkan
Namun lanjut kantor tersebut, Israel hanya mengizinkan 35 persen dari jumlah truk yang disepakati - yang mengangkut bantuan kemanusiaan serta material rekonstruksi - untuk masuk ke wilayah kantong tersebut.
"Hanya 72.826 truk yang diizinkan masuk dari total 210.600 truk bantuan kemanusiaan serta truk pengangkut material rekonstruksi yang seharusnya masuk berdasarkan kesepakatan tersebut," lanjutnya.
"Hanya 13.785 orang yang dapat keluar atau masuk ke wilayah kantong tersebut dari 35.000 orang yang diperkirakan akan melakukan perjalanan, yang mencerminkan tingkat kepatuhan tidak lebih dari 39 persen," tandas kantor tersebut.
Pada Hari Senin, validasi di Google Maps memperlihatkan perubahan drastis pada lanskap perkotaan Gaza yang mengarah pada kerusakan parah. Kehancuran terjadi tidak hanya menimpa bangunan-bangunan individual melainkan juga pada seluruh blok permukiman. Dampak dari gempuran tersebut, lokasi yang sebelumnya merupakan kawasan padat penduduk hanya menyisakan area kosong yang luas.
Sebuah penilaian satelit terkini oleh Pusat Satelit PBB (UNOSAT) menemukan bahwa lebih dari 201.000 bangunan - setara dengan 82 persen dari seluruh struktur bangunan di Jalur Gaza - mengalami kerusakan.
Banyak warga Palestina yang masih tinggal di tenda, tempat penampungan sementara, atau bangunan yang rusak di tengah kelangkaan material hunian dan kesulitan memperbaiki rumah menjelang musim hujan.
PBB memperkirakan bahwa 1,98 juta warga Palestina di Gaza membutuhkan bantuan terkait hunian dari total populasi sekitar 2,1 juta jiwa.
Layanan dasar juga masih berada dalam kondisi sangat tertekan. PBB memperkirakan 91% rumah tangga yang tercakup dalam penilaian terbaru menghadapi kerawanan air tingkat sedang hingga parah, sementara sektor kesehatan terus beroperasi dengan kapasitas terbatas akibat kerusakan rumah sakit serta kekurangan peralatan dan pasokan. (Zat)
