Usulan Menag Nasaruddin Umar ASN Pakai Sarung-Peci Bukan Kewajiban
DEKANNEWS, JAKARTA - Usulan Menteri Agama melalui gerakan berpeci dan bersarung bagi aparatur sipil negara (ASN) sepekan sekali mengundang polemik.
Juru Bicara Kementerian Agama (Kemenag), Thobib Al-Asyhar, angkat bicara terkait isu yang ramai di media sosial dan mendapat respons dari banyak pihak.
Thohib mengakui bahwa usulan tersebut disampaikan langsung Menag saat acara Festival Sarung dan Peci Santri benerapa hari lalu.
Meski demikian, usulan itu sebagai gagasan atau ide yang diwacanakan Menag kepada ASN saat bekerja. Dia membantah wacana tersebut sebagai peraturan baru namun bukan sebagai kewajiban.
"Ide itu ditawarkan Menag saat memberi sambutan pada Festival Sarung dan Peci Santri di kantor Kemenag beberapa hari lalu yang menjadi rangkaian peringatan Hari Santri," kata Thobib saat dihubungi, dikutip Jumat (30/10/2026).
Thobib mengatakan saran tersebut janya sekedar gagasan yang tidak bersifat wajib. Tentu saja pelaksamaannya mempertimbangkan berbagai faktor. Dalam hal ini melihat dari sisi kondisi dan kenyamanan bagi para pegawai.
"Sifatnya masih gagasam dan tidak bersifat wajib. Menag saat itu tegas mengatakan bahwa gagasan tersebut tidak dalam konteks untuk diterapkan sebagai kewajiban. Penggunaannya dapat menjadi anjuran yang tetap mempertimbangkan kondisi, kenyamanan, dan kebutuhan pegawai dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," kata dia.
Anjuran kemenag menggunakan sarung dan peci dia menjelaskan berkaitan dengan ciri khas budaya tradisional. Pakaian tradisional tersebut, kata dia, tetdapat unsur sejarah hingga filosofit.
"Sarung dan peci bukan hanya pakaian tradisional yang melekat pada kehidupan masyarakat Indonesia. Keduanya memiliki perjalanan sejarah, filosofi, dan nilai sosial yang turut membentuk identitas kebangsaan. Sarung juga banyak diproduksi UMKM," katanya.
Thobib mengingkapkan gagasan Menag tersebut bukan ide baru karana pernah dilontarkan oleh para pemangku kebijakan. Bahkan dia menuturkan usulan yang pernah disampaikan juha oleh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
"Sebenarnya gagasan sejenis bahkan pernah dilontarkan Presiden (2014-2024) Joko Widodo pada 2019 dan saat itu juga direspons secara positif oleh Menteri Agama kala itu, Pak Lukman Hakim Saifuddin. Jadi sebenarnya gagasan yang sudah pernah ada sebelumnya," imbuhnya. (Zat)
