Nekat Masuk ke Gunung Anak Krakatau, Puluhan Wisatawan Dipergoki PVMBG
DEKANNEWS, LAMPUNG - Pengawasan terhadap kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Lampung Selatan, diperketat setelah tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menemukan puluhan wisatawan berada di area yang dilarang untuk dikunjungi.
Rombongan wisatawan tersebut diketahui memasuki kawasan dalam radius tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau, yang masih ditetapkan sebagai zona bahaya. Mereka diduga mengabaikan larangan yang telah ditetapkan otoritas demi keselamatan pengunjung.
Keberadaan para wisatawan diketahui ketika petugas Pos Pantau PVMBG melakukan kegiatan pemeliharaan rutin terhadap peralatan pemantauan di lereng Gunung Anak Krakatau. Petugas kemudian mendapati rombongan berada di kawasan terlarang.
Para wisatawan yang belum diketahui identitas maupun asalnya itu bahkan sempat mengambil swafoto dan merekam video di kawasan cagar alam. Mereka kemudinan bergegas meninggalkan lokasi setelah menyadari adanya petugas PVMBG di sekitar kawasan tersebut.
Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau Lampung Selatan, Andi Suwardi, membenarkan adanya pelanggaran terhadap zona bahaya tersebut. Ia kembali mengingatkan masyarakat dan wisatawan agar mematuhi rekomendasi keselamatan yang berlaku.
“Iya, kemarin saat tim maintenance peralatan berada di sana, mereka melihat ada wisatawan. Kami mengimbau semua pihak mematuhi rekomendasi karena kawasan itu masih berbahaya untuk keselamatan,” kata Andi, seperti dikutip Kamis, 8 Oktober.
Andi menduga rombongan tersebut menggunakan kapal dari Dermaga Canti menuju Pulau Sebesi sebelum masuk ke kawasan lindung Gunung Anak Krakatau. Pihaknya masih mendalami bagaimana para wisatawan tersebut dapat menerobos hingga ke area yang telah ditetapkan sebagai zona terlarang.
Pelanggaran tersebut menjadi perhatian karena kawasan Gunung Anak Krakatau masih memiliki potensi bahaya. Karena itu, Pos Pantau GAK meningkatkan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pariwisata, dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengawasan.
Selain pengawasan di lapangan, sosialisasi kepada masyarakat dan wisatawan juga kembali digencarkan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah wisatawan memasuki kawasan berbahaya tanpa mengetahui risiko yang dapat terjadi.
“Kami sudah meminta agar semua pihak terus mengingatkan masyarakat dan wisatawan supaya tidak mendekati Gunung Anak Krakatau. Sebelumnya pemerintah kecamatn juga telah mengeluarkan imbauan di kawasan Dermaga Canti,” jelas Andi. (Zat)
