Kesan Warga Condet Soal Layanan PAM JAYA : Air Lebih Jernih, Pengeluaran Lebih Hemat

Jaringan Air Minum Perpipaan PAM JAYA Hadi di Condet, Jakarta Timur

Jakarta, Dekannews - Aktivitas pengerjaan jaringan air minum perpipaan yang dilakukan PAM JAYA bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di sejumlah ruas jalan, sempat membuat warga Condet, Jakarta Timur merasakan ketidaknyamanan. 

Kegiatan tersebut sebelumnya bahkan menjadi salah satu faktor pemicu kemacetan, penyempitan akses jalan, hingga debu yang mengganggu aktivitas harian masyarakat.

Namun, kondisi tersebut kini berbuah pada hadirnya layanan air minum perpipaan yang mulai menjangkau kawasan permukiman warga.

Kehadiran jaringan air minum perpipaan PAM JAYA di Condet menjadi langkah penting dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap air berkualitas yang lebih aman dan praktis.

Air minum perpipaan PAM JAYA telah mengalir ke wilayah Condet, memberikan akses air berkualitas yang lebih aman, lebih praktis dan mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan air tanah. Selain mempermudah kebutuhan air sehari-hari, layanan ini juga diharapkan mampu mengurangi ketergantungan warga terhadap penggunaan air tanah.

Pembangunan jaringan perpipaan merupakan bagian dari upaya mendukung target 100 persen cakupan layanan pada tahun 2029. Untuk mewujudkan hal tersebut, pembangunan infrastruktur berupa pemasangan pipa di berbagai wilayah DKI Jakarta memang sedang masif dilakukan.

Kesabaran dan dukungan warga Condet selama proses pekerjaan berlangsung berbuah manis. Setiap galian PAM JAYA yang dilakukan bukan sekadar pembangunan infrastruktur, melainkan investasi jangka panjang agar masyarakat dapat menikmati layanan air minum perpipaan berkelanjutan dan kesehatan yang lebih terjaga.

Manfaat tersebut kini dirasakan langsung oleh Darkat, salah satu warga Condet yang telah menggunakan layanan air bersih tersebut. Dia menyampaikan rasa terima kasih atas layanan PAM JAYA tersebut. Menurutnya, kualitas air PAM JAYA yang diterima jauh lebih baik dibandingkan air sumur yang selama ini digunakan warga di lingkungannya.

"Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat. Dulu kebutuhan pokok seperti listrik dan air bisa sampai sekitar Rp600 ribu per bulan, sekarang sekitar Rp400 sampai Rp450 ribu. Jadi saya berterima kasih kepada PAM JAYA karena sudah masuk ke lingkungan kami," ujarnya.

Warga Condet lainnya, Siti Nur mengakui telah merasakan manfaat layanan air minum perpipaan PAM JAYA dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari, terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp50 ribu sebulan," ungkapnya.

Pengalaman serupa diutarakan Nara, warga Condet yang merasakan perubahan dalam aktivitas sehari-hari setelah menggunakan air minum perpipaan.

"Sekarang mandi terasa lebih segar, cucian jadi lebih bersih, dan kulit juga terasa lebih baik," tuturnya.

Kehadiran layanan air minum perpipaan tidak hanya memberikan manfaat bagi kebutuhan sehari-hari masyarakat, tetapi juga menjadi solusi penting dalam upaya mengurangi penggunaan air tanah yang selama ini menjadi salah satu penyebab penurunan muka tanah di Jakarta.