Kapal Perang Nazi yang Tenggelam Puluhan Tahun Bermunculan Saat Eropa Dilanda Kekeringan

Kapal Perang Nazi yang Tenggelam Muncul Saat Eropa Kekeringan

DEKANNEWS - Gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang melanda Eropa menyebabkan permukaan air Sungai Danube menyusut hingga mencapai titik terendah dalam sejarah. 

Kondisi tersebut memunculkan kembali sejumlah bangkai kapal perang era Perang Dunia II, termasuk kapal-kapal milik Nazi Jerman yang selama puluhan tahun terendam di dasar sungai.

Fenomena itu terlihat jelas di dekat desa Prahovo, Serbia, di mana bangkai kapal-kapal berukuran besar muncul di atas permukaan air maupun di hamparan pasir yang sebelumnya tertutup aliran sungai. Foto dan video yang beredar di media sosial memperlihatkan kondisi kapal-kapal tersebut yang kini kembali terlihat akibat surutnya air.

Tak hanya di Serbia, penurumnan debit Sungai Danube juga mengungkap bangkai kapal kargo Hungaria yang tenggelam sejak 1937. Kapal tersebut muncul di dekat desa Opatovac, Kroasia, menjadi salah satu bukti dampak nyata kekeringan yang melanda kawasan Eropa Tengah dan Timur.

Menurut Bank Investasi Eropa, diperkirakan sekitar 200 kapal masih berada di dasar Sungai Danube. Rendahnya permukaan air turut mengganggu aktivitas transportasi sungai yang hampir terhenti, sebagaimana disampaikan Kementerian Transportasi Hungaria. Sementara itu, Perdana Menteri Hungaria Peter Magyar menyatakan PLTN Paks, yang memasok hampir separuh kebutuhan listrik nasional, berpotensi menghentikan operasionalnya selama beberapa minggu karena debit air yang tidak mencukupi.

Dampak surutnya Sungai Danube juga dirasakan di Budapest. Sebuah peluru artileri Jerman peninggalan Perang Dunia II ditemukan di dekat Jembatan Margaret, sehingga otoritas menutup sementara kawasan tersebut demi keamanan saat tim penjinak bom melakukan evakuuasi. Pada saat yang sama, otoritas cuaca Hungaria mencatat tinggi muka air Sungai Danube di ibu kota hanya mencapai 23 sentimeter, memecahakn rekor terendah sebelumnya yang tercatat 33 sentimeter pada 2018.

Di Bulgaria utara, kondisi sungai yang mengering turut mengungkap temuan arkeologis berupa sisa-sisa yang diyakini sebagai tulang mammoth di dekat desa Ryahovo. Direktur Museum Sejarah Regional Ruse, Nikolay Nenov, menyebut penemuan tersebut memiliki nilai ilmiah yang sangat penting. Dengan belum adanya prakiraan hujan signifikan dan suhu yang diperkirakan melampaui 38 derajat Celsius dalam bebreapa hari ke depan, permukaan Sungai Danube diperkirakan akan terus mengalami penurunan. (Zat)