Disalip Apple, Nvidia Kehilangan Takhta Perusahaan Paling Bernilai
DEKANNEWS – Pergeseran sentimen investor terhadap sektor kecerdasan buatan (AI) membawa perubahan di puncak daftar perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.
Apple kembali merebut posisi teratas setelah menggeser Nvidia pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), sekaligus memgakhiri dominasi produsen cip AI tersebut.
Kenaikan posisi Apple didorong penguatan saham sekitar 1% yang mengerek kapitalisasi pasarnya menjadi US$ 4,95 triliun. Sebaliknya, saham Nvidia terkoreksi 5% sehingga nilai kapitalisasinya turun menjadi sekitar USS 4,77 triliun.
Sebelumnya, Nvidia menjadi perusahaan paling bernilai di dunia sejak Juni 2025 setelah melampaui Microsoft. Bahkan, perusahaan tersebut sempat mencatat kapitalisasi pasar hingga US$ 5 triliun pada Oktober tahun lalu berkat tingginya optimisme terhadap bisnis AI.
Tekanan terhadap Nvidia muncul seiring aksi juial di sektor semikonduktor. Pelaku pasar mulai mempertanyakan besarnya belanja modal yang dibutuhkan untuk pengembangan AI, sehingga memicu kekhawatiran terhadap prospek keuntungan perusahaan-perusahaan pembuat cip.
Performa kedua saham sepanjang 2026 pun menunjukkan arah yang berbeda. Saham Apple telah menguat sekitar 24% sejak awal tahun, sedangkan Nvidia hanya mencatat kenaikan sekitar 4%, mencerminkan perubahan preferensi investor di sektor teknologi.
Kepercayaan investor terhadap Apple didukung strategi perusahaan yang dinilai lebih efisien dalam mengembangkan AI. Apple memilih memanfaatkan layanan komputasi sewaan dibanding membangun infrastruktur AI dalam skala besar, sehingga mampu menekan kebutuhan investasi.
Di sisi lain, perhatian pasar mulai bergeser ke perusahaan yang memasok komponen pendukung ekosistem AI. Produsen cip memori dan penyedia infrastruktur pusat data seperti Micron Technology, SK Hynix, dan Sandisk kini menjadi emiten yang semakin diperhatikan investor.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada laporan keuangan kuartal III fiskal Apple yang dijadwalkan dirilis Kamis (30/7/2026). Investor menantikan penjelasan mengenai dampak kelangkaan cip memori global akibat lonjakan permintaan AI, menyusul keputusan Apple menaikkan harga produk Mac dan iPad pada Juni lalu. (Zat)
