Dampak Karhutla, Dinkes Sebut 9.313 Warga Palembang Positif ISPA
DEKANNEWS, SUMATRA - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menimbulkan kabut asap yang mulai berdampak terhadap kualitas udara. Akibatnya dapat menggangu kesehatan masyarakat di Kota Palembang, Sumatera Selatan.
Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat terdapat ribuan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Sejak 1 hingga 21 Agustus terjadi 9.313 kasus ISPA.
Kualitas udara Palembang juga dipastikan memburuk, sebsgai faktor utama meningkatnya kasus ISPA. Nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 195 atau masuk kategori tidak sehat, meningkat 80 poin dibanding sebelumnya yang berada di angka 115, Selasa (25/8/2026).
Kondisi tersebut terjadi ketika titik panas karhutla di Sumatera Selatan masih tinggi. Data pemantauan menunjukkan sebanyak 1.344 titik panas (hotspot) terdeteksi pada 23 Agustus 2026.
Titik panas terbanyak berada di sejumlah wilayah, yakni Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin, Muara Enim, dan Banyuasin. Kondisi ini, dampak kabut asap terhadp kesehatan masyarakat sudah semakin mengkhawatirkan.
Pemerintah Kota Palembang segera melakukan langkah antisipasi sebagai kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut. Sejumlah fasilitas kesehatan serta membagikan masker kepada masyarakat. Sebanyak 16.500 masker didistribusikan di sejumlah titik di Kota Palembang.
Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap Kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit tertentu. Selain itu warga yang mengalami gangguan pernapasan juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Di sisi lain pemerintah terus mengupayakan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap masyarakat. Pemantauan terhadap perkembangan kualitas udara dan karhutla di sejumlah wilayah Sumatera Selatan terus dilakukan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa kabut asap tidak hanya berkaitan dengan jarak pandang, tetapi juga menjadi persoalan kesehatan masyarakat. Peningkatan kasus ISPA dan memburuknya kualitas udara membuat kewaspadaan masyarakat serta kesiapan layanan kesehatan menjadi semakin penting. (Zat)
