Bandara Riyadh Terus Jadi Sasaran Houthi, Koalisi Saudi Klaim Cegat Rudal Balistik
DEKANNEWS - kelompok Houthi di Yaman kembali mengklaim melancarkan serangan ke sejumlah target di Arab Saudi, termasuk Riyadh, pada Senin malam (12/10/2026). Sejumlah ledakan dilaporkan terdengar oleh warga setelah peringatan ancaman serangan udara masuk ke telepon seluler mereka. Insiden ini menjadi hari ketiga berturut-turut serangan Houthi ke wilayah Saudi sejak Sabtu (10/10), di tengah jatuhnya korban jiwa, ratusan orang terluka, dan terganggunya operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi menyatakan sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan tiga rudal balistik yang diluncurkan kelompok Houthi. Satu rudal dilaporkan mengarah ke Riyadh, sedangkan dua rudal lainnya menuju Khamis Mushait di wilayah barat daya Arab Saudi.
Di sisi lain, kelompok Houthi mengaku menjadikan Bandara Internasional King Khalid sebagai salah satu target serangan. Kelompok tersebut juga menyatakan telah mengerahkan sebuah drone ke pangkalan udara militer di Khamis Mushait. Serangan berulang ini semakin meningkaykan ketegangan antara Houthi dan koalisi militer pimpinan Saudi.
Kronologi Serangan Houthi ke Riyadh dan Wilayah Saudi
Eskalasi terbaru bermula pada Sabtu (10/10/2026), ketika Bandara Internasional King Khalid di Riyadh dilaporkan menjadi sadaran serangan kelompok Houthi. Insiden tersebut memicu gangguan keamanan di kawasan bandara dan menjadi awal rangkaian serangan yang berlanjut hingga Senin malam.
Serangan pada Sabtu itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 12 orang dan menyebabkan 309 lainnya mengalami luka-luka. Para korban betrasal dari sejumlah negara, di antaranya Arab Saudi, Bangladesh, Amerika Serikat, Yordania, Palestina, Suriah, Sudan, Mesir, dan India.
Jumlah korban tewas kemudian bertambah setelah seorang warga negara India yang sebelumnya mengalami luka-luka dilaporkan meninggal dunia pada Minggu. Dengan perkembangan tersebut, korban meninggal akibat serangan Sabtu tercatat sedikitnya 13 orang.
Sebelum rangkaian serangan terbaru trrsebut, dua serangan lain pada pekan yang sama juga dilaporkan menewaskan empat orang dan merusak sebuah pesawat komersial Saudi yang tengah terparkir di landasan. Menyusul serangan berulang, otoritas pnenerbangan menangguhkan operasional Bandara Internasional King Khalid dan mengalihkan penerbangan yang semula dijadwalkan menuju Riyadh. Penutupan bandara kemudian diperpanjang hingga Sabtu, 17 Oktober 2026.
Pada Minggu (11/10/2026), Bandara Internasional King Khalid kembali dilaporkan mengalami serangan. Insiden tersebut menyebabkan satu orang meninhgal dunia dan 11 orang lainnya terluka, menambah jumlah korban dalam rangkaian serangan yang menyasar wilayah Saudi.
Laporan sebelumnya menyebut serangan kali ini mengarah ke Terminal 4 bandara dan memicu kebakaran yang harus ditangani petugas pemadam kebakaran. Juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Maliki, juga mengatakan sistem pertahanan udara mendeteksi peluncuran rudal lain yang berhasil dicegat dan dihancurkan di sekitar bandara. (Zat)
