Yayasan Ar Rasyid Akan Dirikan Sekolah Untuk Anak Nakal

Rico Sinaga (tengah) bersama Ustad Salto dan Ustad Tafsir. (Foto: Dkn)

Jakarta, Dekannews- Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) DKI Jakarta kembali membuat lompatan besar.

Setelah mendirikan Majelis Ta'lim Ar Rasyid dan Yayasan Ar Rasyid, lembaga plat merah di bawah pimpinan M Rico Sinaga itu kini berencana mendirikan sekolah khusus untuk membina anak-anak nakal agar menjadi anak-anak yang layak diteladani dan berguna bagi nusa, bangsa dan agama.

Sekolah itu akan didirikan dan dikelola oleh Yayasan Ar Rasyid.

"Pada 9 April nanti Ar Rasyid kembali akan mengadakan pengajian di rumah dinas gubernur di Jalan Taman Surapati, Jakarta Pusat. Pada kesempatan itu, rencana mendirikan sekolah khusus untuk anak nakal ini akan kami sampaikan kepada Gubernur," jelas ketua Majelis Ta'lim Ar Rasyid yang juga ketua Yayasan Ar Rasyid, KH Salim Thohir, kepada wartawan di Rumah Makan Wong Solo, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (5/4/2019).

Ia menjelaskan, sekolah ini akan menampung anak-anak nakal dari Jakarta dan sekitarnya yang didaftarkan oleh orangtuanya maupun yang direkomendasikan oleh Dinas Sosial maupun instansi swasta dan instansi pemerintahan yang lain.

Di sekolah ini, anak-anak itu akan didik dengan kurikulum yang juga diterapkan di sekolah-sekolah umum yang lain, namun ditambah dengan pendidikan agama dan penyaluran minat dan bakat.

Ulama yang akrab disapa Ustad Salto itu menambahkan, di sekolah khusus anak nakal ini pendidikan agama lebih banyak dibanding di sekolah lainnya.

"Jadi, kalau selama ini anak-anak nakal itu ditahan di penjara khusus anak nakal dan dimasukkan ke panti rehabilitasi jika kecanduan narkoba, di sekolah ini pendekatannya beda. Karena umumnya anak menjadi nakal akibat pendidikan dan pemahaman agama yang kurang, sehingga tak ada benteng dan filter dalam dirinya, maka kekurangan itu kita isi. Dengan kata lain, di sekolah ini pendidikan keagamaan dan moral diutamakan, " katanya.

Ustad Salto yakin, jika sekolah ini telah berdiri, sekolah ini dapat membantu Pemprov DKI dalam menekan angka gangguan sosial akibat kenakalan anak-anak dan remaja, seperti tawuran, narkoba dan lain-lain.

Di tempat yang sama, Ketua FKDM DKI Jakarta M Rico Sinaga mengatakan, ide pendirian sekolah khusus anak nakal ini sebenarnya ide lama dirinya yang telah pernah ia coba realisasikan pada 2010, di era kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo.

"Waktu itu Pak Foke (sapaan Fauzi Bowo) telah setuju, dan saya juga telah sempat berkoordinasi dengan DPD LVRI (Legiun Veteran Republik Indonesia) DKI. Jakarta karena lembaga ini memiliki lahan yang sangat luas di Cimanggis, Depok," katanya.

Dalam pembicaraan, lanjut Rico, LVRI setuju 5 hektare lahannya digunakan untuk lahan sekolah, namun syaratnya di lahan yang tersisa dibangunkan perumahan dan pemakaman untuk para veteran di Jakarta.

"Sayang, Pak Foke kalah pada Pilkada Jakarta 2012, sehingga rencana kandas," katanya.

Rico mengakui, di era pemerintahan Gubernur Anies Baswedan ini peluang untuk merealisasikan sekolah itu sangat besar, karena background Anies sebagai seorang akademisi, pendidik dan mantan Mendikbud.

"Untuk membangun sekolah ini memang dibutuhkan dana yang sangat besar, dan sementara ini yayasan belum memiliki dana yang cukup. Maka, satu-satunya jalan dengan meminta dukungan Pemprov DKI dan dana CSR dari perusahaan-perusahaan. Soal bagaimana mekanismenya, itu bisa dibicarakan bersama," katanya.

Rico menegaskan, jika Gubernur Anies menyetujui gagasan ini, maka ia akan kembali berkoordinasi dengan DPD LVRI DKI Jakarta.

Ketika ditanya apakah tenaga pendidik untuk sekolah itu telah disiapkan? Rico menjawab, penyediaan guru bukan masalah, karena tenaga guru di Jakarta cukup melimpah. Termasuk guru agama. (rhm)