Warganet Sebut Kasus Penyebaran Chat di Grup WhatsApp STM Untungkan Habib Rizieq

Habib Rizieq Shihab. (Foto: Ist)

Jakarta, Dekannews- Warganet pemilik akun @helmifelis menilai, kasus chat di grup WhatsApp STM yang menghebokan publik sejak Senin (30/9/2019) malam hingga Selasa (1/10/2019) ini, menguntungkan Habib Rizieq Shihab.

Pasalnya, secara implisit warganet itu menilai kalau kasus itu membuat masyarakat mendapat pemahaman atau gambaran bagaimana kasus mesum Habib Rizieq dengan Firza Husein bisa muncul, sehingga meski kasus pendiri Front Pembela Islam (FPI) itu telah di-SP3 polisi, namun Habib sempat menjadi tersangka dan selama berbulan-bulan menjadi bulan-bulanan para pendukung Jokowi-Ahok. Terlebih setelah Habib dianggap kabur ke Arab Saudi.

"Semalam dunia maya dihebohkan akan adanya group WhatsApp STM palsu yang ternyata isinya nomor Hp polisi semua. Ingatkan kalian bagaimana Habib Rizieq difitnah? Seperti itu kira-kira. Masa Habib Rizieq redaksinya seperti anak ABG? Karena itu semua mungkin Jokowi kesulitan. Karma," kata @helmifelis seperti dikutip dekannews.com, Selasa (1/10/2019). 

"Alhamdulillah WAG HOAX STM telah selamatkan nama Habib Rizieq. Semua kejahatan, hoax, fitnah terhadap Habib langsung bersih dalam sehari ini. Doa Habib terkabul dengan cara luar biasa. Terima kasih Bambang. Setelah bertahun-tahun namamu jadi lucu-lucuan, akhirnya berguna juga," kata pemilik akun itu lagi dalam cuitan yang lain.

 

Seperti diketahui, Habib Rizieq pernah dijerat kasus chat porno dengan Firza Husein, aktivis yang ditangkap polisi pada 31 Januari 2017 dengan tuduhan akan melakukan makar.

Kasus chat mesum itu meledak setelah penangkapan Firza, karena diekspos situs baladacintarizieq.com. Seorang warganet yang menulis artikel di analisabaladacintarizieq.blogspot.com yang tidak menyebutkan namanya, namun mengaku menelusuri situs baladacintarizieq.com, menuding kalau internet protokol (IP)  baladacintarizieq.com atas nama
Irfan Miftach dan beralamat di Jalan Seno Raya, Kelurahan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Alamat ini merujuk pada markas Badan. Intelijen Nasional (BIN).

Namun orang yang dituduh membantah, sementara polisi mengatakan, dari hasil penyelidikannya, IP situs tersebut berada di Amerika, sehingga kemudian muncul tagar #PejatendiAmerika untuk menyindir polisi.

Hingga kini polisi belum berhasil menangkap pemilik situs itu dengan alasan kalau pemilik baladacintarizieq.com anonymous, sehingga tak mudah dicari dan ditemukan.

Pada Juni 2018, kasus chat mesum Habib Rizieq di SP3 polisi dengan alasan sosok yang mengunduh konten chat tersebut ke internet, belum ditemukan.

Kasus chatting dari Grup WhatsApp bikin heboh setelah tangkapan layar dari grup WhatsApp G30S STM ALLBASE dan ORIGINAL BOKEP COL.. beredar di media sosial pada Senin (30/9/2019) malam. Tangkapan layar itu berisi chatting tentang pelajar Sekolah Tinggi Menengah (STM) yang mau berdemo di DPR karena dibayar, namun bayarannya tak diberikan, sehingga mereka terkatung-katung dan tak bisa pulang.

Tangkapan layar chatting dari grup WhatsApp STM itu diviralkan @dennysiregar7, @OneMurthada, dan @yusuf_dumdum yang pemilik akunnya diketahui merupakan pendukung militan Presiden Jokowi. Namun setelah warganet menelusuri nomor-nomor ponsel yang tertera pada WAG (WhatsApp group) itu dengan menggunakan aplikasi Truecaller, ketahuan kalau nomor-nomor itu diduga milik polisi, sehingga akun @R4jaPurwa meminta Polri menangkap ketiga pemilik akun tersebut.

Meski demikian Mabes Polri membantah kalau percakapan di grup WhatsApp STM yang disebarkan @dennysiregar7 dan kawan-kawan tersebut dibuat oleh polisi, dan mengancam pihak yang menuding polisi menyebar hoaks soal percakapan itu.

Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, dia akan meminta Ditipidsiber Bareskrim Polri untuk melacak penyebar yang tanpa dasar tersebut. Ia berharap masyarakat tak ikut menyebarnya.

“Kita akan lacak dan profiling akun-akun tersebut,” kata dia kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta Selatan.

Dedi meminta agar pihak terkait tak sembarang menuding. Ada unsur pidana yang bisa mengancam. (rhm)