Warga Keluhkan Pengerjaan Yudith dan Rumah Pompa

Dikeluhkan Warga - Pekerjaan pembuatan yudith yang diulur waktunya Kel. Papanggo, Jakarta Utara, dikeluhkan warga. Selain waktu pelaksanaan proyek yang lelet, material proyek di badan jalan juga tanpa papan proyek. [ist]

Jakarta, Dekannews - Lambatnya pengerjaan Yudith dan rumah Pembenahan rumah pompa yang dilakukan Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) di setiap wilayah menyebabkan aktifitas masyarakat terganggu. Hall ini terjadi karena penempatan logistik memakai badan jalan, akibatnya mempersempi jalan yang mengakibatkankan aktifitas warga tergannggu. Kondisi tersebut diungkapkan Ketua Dewan Kota Jakarta Utara M. Sidik Dahlan, di Kantor Walikota Jakarta Utara, Senin (9/12).

Ketua DK Jakarta Utara M. Sidik Dahlan  saat meninjau lokasi pekerjaan dan mendengar keluhan warga setempat, meminta kepada Sudin SDA agar pro aktif untuk melakukan pembenahan rumah pompa dan kegiatan pembangunan yudith saluran di lingkungan warga yang pengerjaannya masih lambat dikerjakan. 

“Pekerjaan sudah memakan waktu hampir 3 bulan namun belum selesai juga di wilayah Warakas dan Papanggo. Apalagi penenmpatan meterialnya memakai badan jalan sehingga aktifitas kendaraan warga terganggu, bahkan motor sampai tidak bisa masuk kedalam rumah," ujar M Sidik dengan kesal.

Satu lagi, lanjuta M Sidik, yang sangat disayangkan dalam setiap pekerjaan tidak dicantumkan papan proyek. "Ini memungkinkan susah mengontrol kapan selesainya satu pekerjaan dan siapa yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan tidak bisa dipantau oleh masyarakat," sesal M. Sidik.

"Bahkan banyak pekerjaan pembuatan Yudith gak sesuai seperti kedalaman dan pemasangan Yudith yang dipasang asal asalan saja," tutup M Sidik.

Keluhan serupa juga dilontarkan Ichlas (30), warga Kelurahan Kebun Bawang. Ia merasa kesal dengan proses pekerjaan pembuatan Yudith di wilayah Swasembada Barat 9, karena material Yudith ditaruh sembarangan di pinggir jalan. " Keberadaan material tersebut mengakibatkan jalan menjadi sempit serta pengerjaannya terlalu lama dan banyak santainya, sehingga motor saya mau masuk rumah saja hampir tidak bisa," sungut Ichlas. 

Sementara itu saat dimintai keterangannya Kepala Sudin SDA Adrian Mara Maulana tidak ada di tempat dan kata penjaga sedang rapat di Kantor Dinas SDA. (eko)