WA Milik 13 Politisi Demokrat Dibajak

Imelda Sari. (Foto: Int)

Jakarta, Dekannews- Kian dekat hari pencoblosan Pilpres 2019 pada 17 April mendatang, kontestasi antara pasangan calon (Paslon) nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin dan Paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi, makin tak sehat.

Pasalnya, para hacker yang diduga merupakan pendukung 01 tak hanya membajak akun media sosial sejumlah petinggi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, namun juga nomor ponsel yang terhubung dengan What'sApp (WA).

Menurut data, hingga Kamis (4/4/2019) pagi ini telah ada 13 WA politisi Partai Demokrat yang di antaranya tergabung dalam BPN Prabowo-Sandi, yang WA-nya diretas. Salah satunya WA Imelda Sari, anggota BPN yang juga juru bicara (jubir) Partai Demokrat.

"Pagi ini saya baru tahu WA saya dibajak orang lain. Hanya pengecut yang menggunakan cara fitnah murahan untuk menjatuhkan orang laim dengan membajak WA saya. Saya akan laporkan kepada @CCICPolri," kata Imelda pada Rabu (3/4/2019) pagi melalui akun Twitter pribadinya, @isari68, seperti dikutip dekannews.com, Kamis (4/4/2019).

Dari cuitan Imelda di Twiter itu diketahui kalau ia tahu akun WA-nya dibajak karena akun itu mencuitkan konten yang menyerang Prabowo-Sandi.

"Kenapa.kalian menggunakan WA saya? Apa kalian hanya berani kepada perempuan? Lakukan taktik adu domba untuk menghalalkan segala cara untuk menang? #WADibajak," omel Imelda melalui akun itu.

Dari kicauan lanjutan ketua Divisi Komunikasi Publik DPP Partai Demokrat itu yang diposting pada Rabu (3/4/2019) malam, diketahui kalau ternyata bukan hanya WA-nya yang dibajak, melainkan juga 12 kader Demokrat yang lain, sehingga total ada 13 WA kader Demokrat yang dibajak.

"Setelah @WhatsApp saya dinihari tadi dibajak, hingga malam ini ada 13 kader @PDemokrat yang WA-nya dicloning untuk digunakan 'Pengecut virallan target secara masif dan sistematis. Cc @SBYudhoyono @AgusYudhoyono @prabowo @sandiuno. Adakah perlindungan keamanan konunikasi rakyat jelata?" katanya.

Pada Rabu (3/4/2019) siang Imelda mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Bareskrim Mabes Polri untuk melaporkan pembajakan WA-nya, namun karena kemarin tanggal merah dan kepala Sub Bagian Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim tidak ada, hari ini dia terpaksa kembali lagi ke sana.

"Kami sudah melapor, tapi LP belum bisa dibuat karena hari ini hari libur," ujar Imelda seperti dikutip dari CNN Indonesia.

Sebelumnya, publik juga dikagetkan karena akun Twitter anggota BPN Prabowo-Sandi dan pendukung Paslon 02 itu diretas dan digunakan untuk menyerang Prabowo-Sandi.

Akun yang diretas di antaranya @Ferdinand_Haean, akun milik jubir BPN Prabowo-Sandi Ferdinand Hutahaean, akun @RajaPurwa, dan akun @Opposite0891 yang merupakan akun baru dari pemilik akun @Opposite0890. Akun ini yang membongkar dugaan keterlibatan Polri untuk memenangkan Paslon 01 dengan membentuk tim buzzer di Polsek dan Polres di seluruh Tanah Air dengan menggunakan aplikasi MySambhar.

Mantan wakil gubernur Timor Timur, Letjen TNI (Purn) Johanes Suryo Prabowo, melalui akun Twitter-nya, @marierteman, mengabarkan orang-orang di sekitar Prabowo akun-akunnya juga diretas.

"Tidak cuma akun twitter oposan yang diretas atau dibajak, beberapa nomor HP Spri, ajudan dan orang dekat Mas @prabowo beberapa waktu lalu telah dikloning OTK. Sama dengan " aborted take off", saya tahu ini bukan playing victim. #SelamatkanDemokrasiIndonesia," katanya. (rhm)