Virus Mematikan Muncul Lagi di China, Sudah Tewaskan 7 Orang

Penampakan wujud Novel Bunyavirus. (Foto: News)

Beijing, Dekannews- Setelah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), virus mematikan muncul lagi di China, namanya Novel Bunyavirus.

"Virus ini telah menginfeksi lebih dari 60 orang, dimana tujuh orang di antaranya meninggal," demikian dilansir news.com.au, Jumat (7/8/2020).

Novel Bunyavirus termasuk virus yang sangat patogenik dan ditularkan melalui kutu. Virus ini dapat menyebabkan sindrom trombositopenia, kondisi dimana jumlah keping darah (trombosit) rendah, di bawah nilai normal, dan memicu demam disertai pendarahan.

Novel BunyavIya irus ini muncul di daerah pedesaan di China.

CNA melaporkan, penyebaran virus ini mulai diketahui setelah seorang petani teh berusia 65 tahun di provinsi Jiangsu baru-baru ini jatuh sakit dengan demam hingga 40 Celcius, dan batuk berulang.

Global Times dari Beijing melaporkan, 37 orang telah didiagnosis menderita trombositopenia di provinsi Jiangsu, sehingga para ahli saat ini meyakini kalau virus itu dapat ditularkan dari orang ke orang melalui darah, saluran pernapasan, dan luka.

Virus ini juga dapat menyebar ke manusia melalui hewan yang terinfeksi, karena kebanyakan orang terinfeksi dari gigitan kutu.

Sheng Jifang, seorang ahli Novel Bunyavirus kepada Global Times mengatakan, seorang pasien yang meninggal tiga tahun lalu menginfeksi 16 orang yang melakukan kontak dengan tubuh pasien. Salah satu dari orang-orang yang terinfeksi kemudian meninggal.

"Pasien mengalami pendarahan karena infeksi parah," katanya.

Anggota keluarga pasien yang terinfeksi dan staf medis telah diperingatkan untuk mengambil tindakan pencegahan dan perlindungan yang diperlukan. Pusat Pengendalian Penyakit Taiwan mengatakan,  Novel Bunyavirus baru memiliki tingkat kematian sekitar 10%. Gejala umum akibat infeksi virus ini termasuk demam, kelelahan, mual, sakit perut, dan nafsu makan menurun. Ini dapat menyebabkan kegagalan banyak organ dan kematian.

Novel Bunyavirus pertama kali ditemukan di provinsi Henan tengah dan timur, China pada 2009. Penyakit ini telah menyebar ke Taiwan, dengan seorang pria berusia 70-an mengalami demam dan mengalami muntah-muntah parah setelah tertular virus itu tahun lalu. Dia tidak memiliki sejarah perjalanan internasional dalam beberapa bulan terakhir, tetapi sering berjalan-jalan di pegunungan.

Seperti halnya Covid-19, vaksin untuk Novel Bunyaviris juga belum ada. (rhm)