Viral, Politisi PDIP Bilang Akan Terapkan Ekasila Jika Menang Pilwalkot Pasuruan

Cawalkot Pasuruan Raharto Teno Prasetyo dengan didampingi Cawalkot Mochammad Hasjim Asjari, mwngatakan akan menerapkan ekasila di Pasuruan bila menang Pilwalkot, dalam video yang viral di media sosial, Kamis (1/10/2020). (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Sebuah video berisi pernyataan calon walikota (Cawalkot) Pasuruan yang diusung PDIP, Gerindra, Nasdem dan Hanura, Raharto Teno Prasetyo, viral di media sosial, Kamis (1/10/2020). 

Pasalnya, dalam video itu Teno mengatakan bahwa dia akan menerapkan ekasila jika memenangkan Pilwalkot Pasuruan bersama pasangan Cawalkotnya, Mochammad Hasjim Asjari. 

Menurut informasi yang diperoleh, video itu bersumber dari video yang diunggah akun resmi KPU Kota Pasuruan, Jawa Timur, di Youtube, dan direkam saat acara deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh lembaga penyelenggara Pemilu tersebut pada 26 September 2020.

Mulanya, Teno mengatakan bahwa Pasuruan merupakan kota dengan berbagai keanekaragaman dan dinamika, dan menurutnya Pasuruan adalah miniatur Indonesia.

"Kota Pasuruan dengan keanekaragamannya, dengan dinamikanya, miniatur Indonesia, bisa disatukan saling bahu membahu, demi kemajuan Kota Pasuruan, seperti halnya bangsa Indonesia dengan keanekaragaman yang bisa dipersatukan dalam sebuah frame Pancasila," katanya. 

Menurut politisi PDIP yang berpidato dengan didampingi Cawalkotnya itu, keanekaragaman merupakan sebuah kekuatan dalam membentuk suatu bangsa dan daerah. 

"Oleh karena itu, penerapan ekasila atau gotong royong bisa membuat Pasuruan maju di tengah keberagaman yang ada," katanya. 

Ia pun menjelaskan apa itu Ekasila. 

Menurut dia, jika Pancasila diperas, muncullah ekasila yang didapatkan dari Trisila, yaitu dari sosio nasionalis, sosio demokratis, ketuhanan yang berkebudayaan. 

"Dan jika kita peras lagi, kita kristalisasi lagi, hanya ada satu kata untuk mewujudkan kota Pasuruan yang lebih maju dan sejahtera adalah dengan cara bergotong-royong," tambahnya.

Teno berharap masyarakat Pasuruan tidak terpecah hanya karena berbeda pilihan di Pilkada kali ini, dan ingin masyarakat kembali menyatu usai Pilkada selesai dihelat.

"Semoga panggung Pilkada ini hanya satu hari, tidak ada lagi setelah 9 Desember. Mari berkumpul lagi siapapun nantinya yang amanah dipilih warga kota Pasuruani," katanya.

Viralnya video itu menimbulkan reaksi dari berbagai kalangan, termasuk dari salah seorang deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) Muhammad Said Didu. 

"Mau mengubah Pancasila?" tanya Said Didu melalui @msaid_didu. 

"Bersiap2lah Pasuruan kalau orang2 yang ingin memeras Pancasila terpilih.... Tenggelamkan kelompok2 yang ingin merubah Pancasila. Untuk bangsa kita, Pancasila sudah final, tak bisa dirubah ataupun diperas," kata @HumanKhalaf. 

"Weleh2, ne pasti audah dipesenin ama mak banteng kalau ngomongnya harus begini... Wkwkwk ambyar... Ayo Pasuruan tenggelamkan ne calon," kata @aa_rahman21.

Untuk diketahui, Pilkwalkot Pasuruan 2020 diikuti oleh dua pasangan calon, yakni Paslon nomor urut 1 Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Adi Wibowo, dan nomor urut 2 adalah pasangan Raharto Teno Prasetyo-M Hasjim Asjari.

Jika Teno - Hasjim diusung PDIP, Hanura, Nasdem dan Gerindra, Gus Ipul- Adi diusung PKB, Golkar, PKS, PAN, PPP dan Partai Gelora. (rhm)