Viral! Nyamar Jadi Mahasiswa Penolak UU Ciptaker, Orang Yang Disebut Perwira Brimob Dipukul Polisi

Adegan saat perwira Brimob yang menyamar menjadi mahasiswa "ditangkap" polisi berpakaian preman. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- Sebuah kejadian memprihatinkan terkait kebijakan kepolisian dalam mengamankan aksi mahasiswa menolak Omnibus Law UU Cipta Kerja (Ciptaker), Selasa (20/10/2020), terekam kamera dan viral di media sosial. 

Video yang diunggah sejumlah netizen ke akun Twitter-nya itu mengungkap kalau pengamanan tersebut justru berujung keributan di antara para polisi sendiri. 

Dalam video itu terlihat ada tiga orang yang membawa seorang pemuda berjaket almamater hijau menjauhi kerumunan mahasiswa yang sedang melakukan aksi tolak Omnibus Law UU Ciptaker. 

Salah seorang dari ketiga orang yang membawa pemuda berjaket almamater hijau tersebut memiting leher si pemuda, sementara yang satu memegangi tangan kanan si pemuda, dan seorang lagi memegangi tangan kiri si pemuda dari belakang. 

Orang yang memiting leher si pemuda mengenakan kemeja coklat dan bercelana jins,  yang memegangi tangan kanannya mengenakan kaos bergaris-garis dan celana krem, dan yang memegangi tangan kirinya dari belakang memakai jaket hoodie abu-abu dan celana jins, dengan kepala ditutupi penutup kepala jaket hoodie-nya itu. 

Dari adegan ini dapat dipastikan kalau ketiga orang yang membawa si pemuda berjaket almamater hijau tersebut adalah polisi-polisi berpakaian preman, sementara yang ditangkap adalah mahasiswa yang pastinya telah melakukan aksi anarkis saat berunjuk rasa. 

Sambil membawa si mahasiswa, ketiga polisi berpakaian preman meminta si mahasiswa diam. 

Dua benda jatuh dari si mahasiswa, dan dipungut polisi yang memiting lehernya. 

Datang beberapa orang, dan menanyai si mahasiswa. 

"Mau kamu apa? Mau kamu apa?" terdengar suara bertanya.  

"Aku bukan... Aku bukan...," jawab si mahasiswa terputus-putus, dan terdengar teriakan agar si mahasiswa jangan dipukul. 

Seorang pria berkaos hitam dan bertopi kupluk datang dan memukul pemuda itu

"Eh udah udah...!" terdengar suara seorang perempuan melerai. 

Seorang polisi berpakaian lengkap dengan tameng di tangan, datang dan ikut memukul si mahasiswa. Polisi yang tadi memegang tangan kiri si mahasiswa dari belakang, marah kepada polisi yang membawa tameng. Dia mencekik leher polisi bertameng itu. 

"Perwira gue itu...!! Brimob itu...!!" terdengar suara menjelaskan. 

"Kita nggak tahu," terdengar jawaban. 

Polisi yang tadi memegang tangan si mahasiswa dari belakang, menarik kepala si polisi bertameng dan kemudian menendang perutnya hingga polisi bertameng itu terjengkang ke aspal. 

Sejumlah orang melerai dan menjauhkan kedua polisi yang bertikai itu. 

"Perwira aku dipukuli...!!" kata si polisi yang tadi memegang tangan si mahasiswa dari belakang, sambil menuding polisi yang dia buat terjengkang. "Kan sudah aku bilang, perwira dia itu..!! Mati kalau dipukuli... "

Netizen yang mengunggah video ini ke akun Twitter-nya antara lain netizen pemilik akun @Lini_ZQ, @EnggalPMT, dan @AksiLangsung. 

"Footage wajib tonton. Seorang perwira nyamar jadi massa aksi pakai almet, dianggap provokatif oleh polisi berseragam, ditangkap dan dipiting. Teman sesama non seragam belain sampai pukul-pukulan sama yang berseragam dan teriak "itu perwiraku woy".  Apa yang bisa kita simpulkan dari video ini?" kata @Lini_ZQ seraya memposting video tersebut. 

"Ini masih dari jambi sore tadi," kata @Lini_ZQ lagi. 

"Lain kali gak usah ikut-ikutan demo," sindir @EnggalPMT sambil memosting video itu. 

Netizen yang mengomentari postingan video itu memiliki pendapat yang beragam. Ini di antaranya:

"Akhirnya semakin banyak bukti yang terungkap bahwa di balik demonstrasi yang terjadi banyak intel aparat yang menyusup. Mereka nyamar jadi demonstran. Waspadalah!" kata @AvatarNugross. 

"Akhirnya ada video lucu ... Gusti Allah mboten sare, mau dibikin rapet kayak apa juga namanya bangkai pasti kecium busuknya," kata @Sismant0. (rhm)