Usai Kontrak, CV CMA Kemungkinan Tak Lagi Kelola Parkir Pelabuhan Kaliadem

Kondisi area parkir Pelabuhan Kaliadem saat difoto pada 24 Februari 2020. (Foto: Dekan)

Jakarta, Dekannews- CV Cahaya Muara Angke (CMA) agaknya akan kehilangan kesempatan untuk tetap mengelola lahan parkir di Pelabuhan Kaliadem, Penjaringan, Jakarta Utara.

Pasalnya, selain kontrak perusahaan itu akan selesai pada 2021, apakah lahan parkir itu akan tetap dikerjasamakan dengan pihak ketiga ataukah tidak, akan dirapatkan lagi oleh Dinas Perhubungan (Dishub) dan Unit Pengelola (UP) Perparkiran.

Kepada dekannews.com melalui pesan WhatsApp, Senin (16/3/2020),  Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Reny DA, membenarkan bahwa CV CMA  sebagai pengelola tempat parkir di Pelabuhan Kaliadem, tidak diperkenankan untuk memperbaiki tempat parkir di Pelabuhan Kaliadem yang rusak dan dikeluhkan wisatawan, karena pelabuhan itu sedang dalam proses revitalisasi.

"Memang kondisi sekarang akan dilanjut ke pekerjaan tahap dua peningkatan Pelabuhan Muara Angke, termasuk area parkir itu karena menjadi satu kesatuan desain," katanya.

Ia menambahkan, jika proses revitalisasi telah memasuki tahap konstruksi, luas lahan parkir itu akan berkurang karena di situ juga akan dibuat konstruksi, sehingga area parkir itu tak bisa digunakan.

"Dan (nanti) Dishub akan ada kebijakan terkait ruang parkir itu," katanya.

Ketika ditanya apakah setelah revitalisasi selesai, CV CMA akan tetap mengelola area parkir tersebut mengingat kontrak perusahaan ini, menurut direktur utamanya, Tri Waluyo, baru berakhir pada 2025?

Reny meralat bahwa menurut info yang dia dapat, kontrak CMA hanya sampai 2021.

"Kalau kebijakan itu nanti dikoordinasikan lagi dengan UP Parkir apakah masih (akan dikelola) pihak ketiga atau tidak, karena (setelah revitalisasi selesai) luasan lahan (parkir itu) berbeda lagi," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, wisawatan yang akan menyeberang ke Kepulauan Seribu mengeluhkan fasilitas parkir di Pelabuhan Kaliadem, karena area parkir berlantai tanah itu tak rata dan berlubang-lubang, sehingga jika hujan, tempat parkir itu tak hanya becek, tapi juga lubang-lubang di area parkir itu berubah seperti kubangan kerbau karena terisi air.

Direktur Utama CV CMA Tri Waluyo mengatakan, sebagai pengelola parkir itu, pihaknya tidak punya kewenangkan memperbaiki fasilitas parkir yang dikelolanya itu.

"Saya ingin urug, tapi tidak diperkenankan karena pertama, urugan yang saya gunakan (dinilai) tidak sesuai spek; kedua, memang mau diperbaiki oleh Pemda," katanya kepada dekannews.com melalui pesan WhatsApp, Senin (9/3/2020).

Ketika ditanya apakah itu berarti meski CMA merupakan pengelola lahan parkir di Pelabuhan Kaliadem, namun kewenangan untuk memperbaiki lahan parkir itu tetap di Dinas Perhubungan (Dishub)  DKI Jakarta sebagai pemilik lahan? Tri mengiyakan.

"Oh iya... Setiap kali saya ingin ada perbaikan atau pembangunan sarana parkir, harus izin terlebih dahulu...," katanya.

Tri menjelaskan, sejalan dengan revitalisasi yang saat ini tengah dilakukan Pemprov DKI Jakarta terhadap Pelabuhan Kaliadem, tahun ini juga berdasarkan info yang dia dapat, Dishub akan membuat tempat parkir yang lebih baik, namun dimana lokasinya dan apakah perusahaannya akan menjadi pengelola tempat parkir itu, ia tidak tahu karena selain belum melihat site plan revitalisasi Pelabuhan Kaliadem, juga karena di Pelabuhan Kaliadem ada dua bidang di Dishub yang menangani, yakni Bidang Pelabuhan Penyeberangan dan UP Perparkiran.

Ketika ditanya tahun berapa kontrak CMA dengan Dishub berakhir dalam mengelola parkir di Pelabuhan Kaliadem? Tri menjawab; "Tahun 2025". (rhm)