Twitter Hapus 166.153 Akun Karena Promosikan Terorisme

Twitter. (Foto: DailySocial)

Jakarta, Dekannews- Twitter mengumumkan telah menghapus lebih dari 166.153 akun terkait terorisme selama paruh kedua tahun lalu.

Hal ini dikarenakan Twitter, juga Facebook dan Google, mendapat tekanan dari regulator dan pemerintah di seluruh dunia untuk menghapus konten ekstremis lebih cepat atau mereka akan menghadapi undang-undang yang lebih berat.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (10/5/2019), dalam laporan transparansi terakhirnya, Kamis (9/5/2019), Twitter mengatakan bahwa pada periode Juli-Desember 2018 pihaknya telah menghapus 166.153 akun yang mempromosikan terorisme. Jumlah ini turun 19% dari jumlah akun yang ditangguhkan pada Januari-Juni 2018 yang mencapai 205.156 akun.

Penangguhan tersebut merupakan hasil dari deteksi teknologi internal Twitter. Dari jumlah akun yang ditangguhkan tersebut, 91% terdiri atas akun yang ditandai oleh alat teknologi internal yang dibangun khusus. Sebagian besar dari akun yang di-suspend tersebut dimatikan sebelum menuliskan cuitan pertamanya.

"Penurunan tajam ini merupakan indikasi tren yang lebih besar yang sedang kami amati, dari tahun ke tahun jumlah organisasi teroris yang mencoba menggunakan layanan kami berkurang," ujar Sinead McSweeney, Wakil Presiden Twitter untuk Kebijakan Publik, dalam sebuah pernyataan.

Ia menambahkan, keberhasilan Twitter mendeteksi akun-akun tersebut didukung oleh pendekatan teknis yang kuat yang telah ditingkatkan selama bertahun-tahun.

"Kami didorong oleh metrik ini, tetapi akan tetap waspada," katanya. (man)